Apa Itu FM-200

Mungkin sebelumnya kamu telah menjelajahi beberapa sumber online mengenai FM-200 Fire Suppression System, mungkin masih terasa kurang memuaskan dalam memahami konsepnya secara menyeluruh. Artikel ini bertujuan untuk memberikan penjelasan yang lebih terperinci dan mudah dimengerti tentang FM-200 Fire Suppression System. Dengan membaca artikel ini  Kamu akan memperoleh edukasi dan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai FM-200 Fire Suppression System . Kamu juga bisa tanyakan atau konsultasi langsung mengenai FM-200 Fire Suppression System dengan tim Engineer kami, Dengan menghubungi nomor +62 852-8232-8117.

Apasih FM-200® Fire Suppression System Itu ?

FM-200® Fire Suppression System adalah sistem yang dirancang agar dapat bekerja secara otomatis untuk mencegah dan memadamkan kebakaran dengan integrasi sistem deteksi dini alarm kebakaran [Early Warning Fire Alarm System] dan sistem pemadam kebakaran [Fire Extinguishing System] yang menggunakan media gas pemadam ramah lingkungan [Clean Agent Gas] FM-200® yang juga dikenal sebagai HFC-227ea [Heptafluoropropane] untuk mengatasi kebakaran pada kelas A, B, dan C.

Definisi FM-200® Fire Suppression System Secara Tekstual

Dalam arti yang lebih mudah dimengerti, FM-200 Fire Suppression System sebenarnya merupakan gabungan dari tiga kata yang menjelaskan fungsinya. Untuk memahaminya dengan lebih baik, mari kita telaah lebih jauh setiap kata tersebut agar tidak ada kebingungan dalam penjelasannya.

FIRE+SUPPRESSION+SYSTEM

FM-200®

FM-200® adalah salah satu jenis gas pemadam ramah lingkungan [Clean Agent Gas]  yang dirancang khusus untuk memadamkan kebakaran di ruangan tertutup [Enclosures] yang bersifat non konduktif dan meninggalkan sedikit atau tanpa residu. Gas pemadam ini terdaftar dan di produksi oleh DuPont™ perusahaan kimia terkemuka asal Amerika Serikat. Bahan ini diperkenalkan sebagai solusi pengganti halon pada tahun 1993, setelah halon dilarang karena dampaknya terhadap lapisan ozon dan kontribusinya terhadap potensi pemanasan global [Global Warming Potential / GWP], sesuai dengan Protokol Montreal tentang Zat yang Merusak Lapisan Ozon.

FM-200 BY DUPPONT

Nama FM-200 telah menjadi identitas khas dari salah satu produk utama dalam industri manufaktur kimia global, yaitu DuPont™. Sejak didirikan pada tahun 1802, DuPont™ tetap menjadi pemimpin dan dominan di dalam ranah industri kimia. Kepopuleran nama FM-200 begitu besar sehingga setiap kali kita menemui sistem pemadam kebakaran yang menggunakan Clean Agent Gas, kita akan dengan mudah mengenalinya dengan sebutan FM-200.

Keunggulan dari gas pemadam kebakaran ini juga terletak pada sifat ramah lingkungannya. FM-200 menjadi pilihan utama karena menjadi gas alternatif pertama yang tidak berpotensi merusak lapisan ozon (ODP / Ozon Depleting Potential). Sebagai pengganti Halon 1301 yang kini telah dilarang penggunaannya, FM-200 mendapatkan tempat yang sangat istimewa dalam dunia sistem pemadam kebakaran modern. Di dalam lingkup industri kimia, FM-200 juga dikenal dengan nama Heptafluoropropane atau C3HF7, serta dalam istilah nomenklatur kimia IUPAC, disebut sebagai 1,1,1,2,3,3,3-Heptafluoropropane.

FM-200® [HFC-227ea] termasuk dalam kategori Halocarbon Agents dan termasuk dalam daftar Clean Agent Gas atau gas ramah lingkungan. Berikut adalah pesifikasi mengenai jenis gas yang termasuk dalam kriteria gas ramah lingkungan yang bersumber dari Table 1.4.1.2 Agents Addressed pada edisi 2012 dari NFPA 2001.

FM-200® merupakan jenis gas ramah lingkungan [Clean Agent Gas] yang memiliki sifat tidak berwarna [colorless], tidak berbau [odorless], tidak meninggalkan residu [non-residue], tidak menyebabkan korosi [non-corrosive], dan tidak menghantarkan arus listrik [non-conductive]. Di lapisan ozon, masa hidup atmosferik FM-200 diperkirakan berkisar antara 31 hingga 42 tahun. Gas ini tidak mengandung unsur klorin atau bromin, sehingga tidak berkontribusi pada penipisan lapisan ozon [Global Warming Potentiam/GWP].

Meskipun HFC-227ea yang merupakan bahan utama dalam FM-200 ramah terhadap lingkungan dan manusia, namun penting untuk meminimalkan paparan saat terjadi pelepasan gas. Konsentrasi desain gas FM-200 yang efektif berkisar antara 6,25% hingga 9%, tergantung pada tingkat bahaya yang ingin diproteksi. Penentuan nilai konsentrasi desain ini mengacu pada suhu operasional ruangan dan kelas kebakaran aset yang ingin dilindungi.

Berdasarkan uji coba yang dilakukan oleh Hughes Associates, Inc. pada tahun 1995, ditemukan bahwa FM-200 mampu memadamkan semua kebakaran di lingkungan ruang komputer dengan konsentrasi desain minimal 7%. Nilai NOAEL (No Observable Adverse Effects Level) untuk gas HFC-227ea adalah 9.0%, sementara nilai LOAEL (Lowest Observable Adverse Effects Level) nya adalah 10.5%.

Ringkasan Karakteristik Clean Agent Gas FM-200®

IUPAC Name

1,1,1,2,3,3,3-Heptafluoropropane

Chemical Formula

CF3-CHF-CF3, or C3HF7

Molar Mass

170.03 g/mol

Density

1.46 g/cm3 at -16 °C

Melting Point

-131 °C (-204 °F; 142 K)

Boiling point

-16.4 °C (2.5 °F; 256.8 K)

Atmospheric Lifetime

31 to 42 years old

Min. Concentrate Design

7%

NOAE

9%

LOAEL

10.5%

Other names

HFC-227ea, Heptafluoropropane, Apaflurane, R-227ea & HFC-227

 
Suppression

Dalam Bahasa Indonesia Fire Suppression merujuk pada serangkaian tindakan untuk menekan atau memadamkan api. Sistem Pemadam Kebakaran yang juga dikenal sebagai Fire Suppression System adalah bagian dari sistem perlindungan aktif yang secara otomatis bekerja untuk mencegah dan memadamkan kebakaran. Sistem ini dirancang dengan teknologi yang memungkinkannya untuk secara efisien merespons kebakaran dengan cepat dan efektif.

System

Menurut definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sistem merujuk pada susunan unsur yang tersusun secara teratur dan saling berhubungan membentuk suatu keseluruhan yang utuh. Dalam konteks ini mengacu pada satu kesatuan antara sistem pendeteksi dini fire alarm [Early Warning Fire Alarm System] dan sistem pemadaman kebakaran [Fire Extinguishing System]

FM-200 Fire Suppression System merupakan integrasi antara sistem pendeteksi dini alarm kebakaran [Early Warning Fire Alarm System] dan sistem pemadaman kebakaran [Fire Extinguishing System] yang memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Oleh karena itu, kedua sistem tersebut harus mampu berkolaborasi dengan baik. Mereka perlu bekerja secara sinergis, saling mendukung, dan berbagi tanggung jawab untuk mencapai satu tujuan bersama, yaitu pencegahan dan penanggulangan kebakaran dengan efektif. Kerjasama yang erat antara sistem pendeteksian dan pemadaman kebakaran diperlukan agar respons terhadap kebakaran dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, sehingga kerugian dapat diminimalkan.

Integrasi Fire Alarm System dan Fire Extinguishing System

Fire Suppression System adalah sebuah sistem yang dirancang untuk mendeteksi kebakaran dan secara otomatis atau manual menghentikan atau memadamkan api. Sistem ini terdiri dari dua komponen utama, yaitu Fire Alarm System dan Fire Extinguishing System.

Fire Alarm System

Fire alarm system pada sistem pemadam kebakaran FM-200 harus terdiri dari sensor pendeteksi, singal suara, signal visual, atau kombinasi keduanya. Sinyal visual umumnya berupa lampu strobo atau lampu kilat, serta lampu tanda peringatan dengan tulisan. Sementara signal suara meliputi bel dan sirine.

Saat terjadi alarm, setiap komponen alarm tidak aktif secara bersamaan, tetapi bergantian sesuai dengan situasi yang ada. Hal ini memungkinkan untuk membedakan antara fase alarm #1, fase alarm #2, dan fase pelepasan gas.

Untuk membantu pengidentifikasian situasi, pengguna dapat memilih dari berbagai komponen FM-200 yang tersedia, seperti Alarm Sounder/Beacon, Strobe Light, Multitone Horns & Strobes, Alarm Bell, dan Sign Lamp. Lampu tanda peringatan biasanya menginformasikan dua hal: peringatan untuk segera mengevakuasi area dan larangan masuk saat terjadi pelepasan gas.

Tulisan pada lampu tanda peringatan berisi pesan “Evacuate Area – Immediately” dan “Do Not Enter – Gas Discharge” untuk memberikan instruksi kepada penghuni area yang terkena dampak.

Secara umum Fire Suppression System menggunakan metode Cross Zoning atau Counting Zones pada sistem deteksi fire alarm untuk mencegah pelepasan [Gas Release / Gas Discharge] yang tidak diinginkan yang di sebabkan oleh alarm palsu [False Alarm]. Dengan metode mana pun, setidaknya diperlukan dua detektor untuk membunyikan alarm agar dapat melepaskan zat pemadam kebakaran.

Conventional Cross Zoning
Conventional Cross Zoning
Cross Zoning with Multiple Types of Detectors
Cross Zoning with Multiple Types of Detectors
Counting Zones
Counting Zones
Fire Extinguishing System

Fire Extinguisher System bertugas untuk menghentikan atau memadamkan api setelah kebakaran terdeteksi. Terdapat berbagai jenis sistem pemadam api Fire [Extinguishing System] yang bisa digunakan, seperti sprinkler system, gas suppression system, atau foam system.

Fire Extinguishing System

Kombinasi Fire Alarm System dan Fire Extinguishing System dalam FM-200 Fire Suppression System memberikan perlindungan yang efektif terhadap kebakaran. Fire Alarm System memberi peringatan dini, sementara Fire Extinguishing System bertindak cepat untuk memadamkan api dan mengurangi kerusakan akibat kebakaran. Dengan demikian, sistem ini sangat penting untuk keselamatan bangunan dan penghuninya.

Jenis-Jenis Fire Suppression System

Setiap sistem memiliki karakteristiknya sendiri dan memberikan tingkat perlindungan yang berbeda-beda tergantung pada konteks penggunaannya. Dengan memahami berbagai opsi yang tersedia, kita dapat memilih solusi yang paling sesuai untuk kebutuhan spesifik dalam melindungi properti dan kehidupan dari ancaman kebakaran. Mari kita telusuri lebih lanjut tentang jenis-jenis sistem penindakan api yang umum dipakai saat ini.

Fire Sprinkler System

Sistem ini beroperasi dengan mendeteksi kebakaran menggunakan sensor asap atau panas dan secara otomatis memicu pelepasan air dari pipa sprinkler untuk memadamkan api. Berikut adalah beberapa jenis sistem sprinkler kebakaran yang sering digunakan :

  1. Wet Pipe Sprinkler System

Sistem pipa basah adalah jenis sistem sprinkler paling umum dan mudah digunakan. Sistem ini menggunakan pipa yang diisi dengan air dan siap untuk langsung digunakan ketika terjadi kebakaran.

  1. Dry Pipe Sprinkler System

Sistem pipa kering menggunakan pipa yang diisi dengan gas tekanan tinggi seperti nitrogen atau udara kering, dan ketika detektor sprinkler terpicu, sistem akan memasok air ke pipa dan sprinkler untuk memadamkan api.

  1. Deluge Sprinkler System

Sistem deluge adalah sistem sprinkler yang menggunakan pipa berisi air, dan sistem ini bekerja dengan melepaskan air melalui semua sprinkler secara bersamaan jika terdeteksi kebakaran.

  1. Pre-ction Sprinkler System

Sistem pre-action adalah sistem sprinkler yang memadukan elemen dari sistem pipa kering dan sistem pipa basah. Sistem ini membutuhkan pemicu tambahan sebelum air dilepaskan ke pipa, sehingga dapat mengurangi kemungkinan kerusakan yang disebabkan oleh kesalahan atau kebocoran sistem.

  1. Foam Sprinkler System

Sistem sprinkler busa menggabungkan elemen dari sistem pipa basah dan sistem busa untuk memberikan pengamanan tambahan terhadap kebakaran. Sistem ini menghasilkan busa di sekitar api untuk memadamkan api dan menghambat pertumbuhannya.

Gaseous Suppression System

Sistem gas suppression bekerja dengan melepaskan gas tertentu ke dalam ruangan yang terbakar untuk mengurangi kandungan oksigen [Smothering] dan memadamkan api.Berikut ini adalah beberapa jenis Gas Suppression System yang umum digunakan :

  1. CO2 (Carbon Dioxide) Suppression System

Sistem ini bekerja dengan melepaskan gas karbon dioksida ke dalam ruangan yang terbakar untuk mengurangi kandungan oksigen dan memadamkan api. Sistem ini efektif untuk memadamkan api di lingkungan di mana penggunaan air atau busa tidak diperbolehkan atau tidak efektif.

  1. Halon Suppression System

Halon Suppression System adalah jenis sistem pemadaman kebakaran yang menggunakan gas Halon untuk memadamkan api. Namun, penggunaan Halon saat ini dibatasi karena gas ini terbukti merusak lapisan ozon dan bersifat berbahaya bagi lingkungan. Oleh karena itu, penggunaan Halon secara global telah dihentikan dan diganti dengan jenis sistem pemadaman kebakaran yang lebih ramah lingkungan.

Meskipun begitu, di beberapa negara masih ada beberapa jenis Halon Suppression System yang digunakan di beberapa lokasi, seperti di pesawat terbang dan kapal laut. Berikut adalah beberapa jenis Halon Suppression System yang umum digunakan:

  • Halon 1301 Suppression System

Sistem ini menggunakan gas Halon 1301 untuk memadamkan api. Gas Halon 1301 disimpan dalam tabung bertekanan dan dilepaskan ke dalam ruangan yang terbakar melalui nozzle atau saluran pipa.

  • Halon 1211 Suppression System

Sistem ini menggunakan gas Halon 1211 untuk memadamkan api. Gas Halon 1211 disimpan dalam tabung bertekanan dan dilepaskan ke dalam ruangan yang terbakar melalui nozzle atau saluran pipa.

  • Halon 2402 Suppression System

Sistem ini menggunakan gas Halon 2402 untuk memadamkan api. Gas Halon 2402 disimpan dalam tabung bertekanan dan dilepaskan ke dalam ruangan yang terbakar melalui nozzle atau saluran pipa.

Meskipun Halon Suppression System sangat efektif dalam memadamkan api, penggunaannya harus sangat hati-hati dan harus mematuhi regulasi yang ketat. Saat ini, penggunaan Halon telah dihentikan secara global dan diganti dengan jenis sistem pemadaman kebakaran yang lebih ramah lingkungan, seperti sistem gas inert atau foam.

  1. FM-200 Suppression System

FM-200 Suppression System adalah jenis sistem pemadaman kebakaran yang menggunakan gas HFC-227ea [heptafluoropropane] Nama kimia dari FM-200 adalah heptafluoropropan dan unsur kimianya adalah karbon (C), fluorin (F), dan hidrogen (H). Dalam notasi kimia, FM-200 dapat ditulis sebagai CF3CHFCF3 atau C3HF7 yang dikenal dengan nama dagang FM-200.Sistem ini bekerja dengan melepaskan gas FM-200 (heptafluoropropane) ke dalam ruangan yang terbakar untuk mengurangi kandungan oksigen [Smothering] dan memadamkan api dalam hitungan detik. Gas ini memiliki sifat kimia yang tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

  1. Inert Gas Suppression System

Sistem ini menggunakan gas inert seperti argon, nitrogen, atau karbon dioksida untuk mengurangi kandungan oksigen [Smothering] di sekitar api dan memadamkan api. Gas inert tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Berdasarkan proporsi masing-masing gas, terdapat tiga tipe Inergen yang umum digunakan, yaitu:

  • IG-541
    Inergen dengan proporsi nitrogen sebesar 52%, argon sebesar 40%, dan karbon dioksida sebesar 8%. Tipe ini umumnya digunakan untuk proteksi kebakaran pada ruangan yang memiliki mesin, peralatan elektronik, dan peralatan yang sensitif terhadap suhu.
  • IG-55
    Inergen dengan proporsi nitrogen sebesar 50%, argon sebesar 50%. Tipe ini umumnya digunakan untuk proteksi kebakaran pada ruangan yang memiliki bahan kimia, minyak, dan bahan yang mudah terbakar.
  • IG-100
    Inergen dengan proporsi nitrogen sebesar 100%. Tipe ini umumnya digunakan untuk proteksi kebakaran pada ruangan yang memiliki peralatan dan bahan yang tidak sensitif terhadap suhu.
  1. Novec-1230 Suppression System

Sistem ini bekerja dengan melepaskan gas Novec-1230 FK-5-1-12 [Dodecafluoro-2-methylpentan-3-one], yang dikenal dengan nama 3M™ Novec™ 1230 Fire Protection Fluid. Zat kimia ini merupakan campuran yang terdiri dari unsur karbon (C), fluorin (F), dan oksigen (O). ke dalam ruangan yang terbakar untuk mengurangi kandungan oksigen [Smothering] dan memadamkan api. Gas ini memiliki sifat kimia yang tidak berbahaya bagi manusia dan lingkungan, serta tidak merusak lapisan ozon.

Foam Fire Suppression System

Foam Fire Suppression System bekerja dengan mencampurkan bahan-bahan khusus dengan air untuk menekan api dan sering digunakan untuk memadamkan api yang disebabkan oleh bahan-bahan cair atau bahan-bahan kimia.Berikut ini adalah beberapa jenis Foam Fire Suppression System yang umum digunakan:

  1. Foam AFFF [Aqueous Film Forming Foam]

sistem pemadam kebakaran ini menggunakan busa yang dibuat dari campuran air dan senyawa kimia yang dapat membentuk lapisan tipis pada permukaan bahan yang terbakar. AFFF efektif digunakan pada bahan-bahan yang mudah terbakar seperti minyak dan bahan bakar.

  1. Foam AR-AFFF [Alcohol-Resistant Aqueous Film Forming Foam]

sistem ini merupakan pengembangan dari AFFF yang dirancang khusus untuk membantu memadamkan kebakaran yang disebabkan oleh bahan-bahan yang mudah terbakar seperti alkohol.

  1. Foam FFFP [Film-Forming Fluoroprotein Foam]

sistem pemadam kebakaran ini menggunakan busa yang mengandung protein dan senyawa kimia fluorida untuk membentuk lapisan tipis pada permukaan bahan yang terbakar. FFFP sering digunakan pada bahan-bahan yang sulit dipadamkan seperti minyak berat atau minyak tanah.

  1. High Expansion Foam

sistem ini menggunakan busa yang menghasilkan volume yang sangat besar ketika dikeluarkan dari nozzle. High Expansion Foam sering digunakan pada ruang yang besar seperti gudang dan fasilitas industri

Water Mist Fire Suppression System

Sistem ini menggunakan air dengan ukuran partikel yang sangat kecil untuk memadamkan api. Air dipecah menjadi partikel yang sangat kecil dengan menggunakan tekanan tinggi dan disemprotkan ke area yang terbakar melalui nozzle khusus.

Sistem ini bekerja dengan cara menyemprotkan air dalam bentuk partikel kecil ke dalam ruangan yang terbakar. Partikel air yang sangat kecil ini mampu menyerap panas dan menghilangkan oksigen dari area terbakar, sehingga api dapat padam. Water Mist Fire Suppression System juga dapat mendinginkan area sekitar dan menghindari risiko terjadinya kebakaran sekunder.

Keuntungan dari Water Mist Fire Suppression System adalah tidak meninggalkan residu atau kerusakan setelah pemadaman kebakaran, serta dapat digunakan untuk memadamkan berbagai jenis kebakaran, termasuk kebakaran kelas A, B, dan C.

Namun, penggunaan Water Mist Fire Suppression System juga harus memperhatikan beberapa hal seperti kebutuhan air yang lebih besar dibandingkan dengan sistem pemadaman kebakaran lainnya, serta biaya instalasi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan perawatan yang teratur dari ahli kebakaran yang berpengalaman dalam pengoperasian dan perawatan Water Mist Fire Suppression System.

Water Mist Fire Suppression System

Sistem pemadaman kebakaran yang menggunakan bahan kimia kering [Dry Chemical] untuk memadamkan api. Bahan kimia yang digunakan biasanya berupa natrium bikarbonat atau monoammonium fosfat yang disimpan dalam tabung bertekanan. Saat terjadi kebakaran, bahan kimia kering ini dilepaskan ke dalam ruangan melalui nozzle khusus.

Sistem ini bekerja dengan cara melepaskan bahan kimia kering yang disimpan dalam tabung bertekanan ke dalam ruangan yang terbakar melalui nozzle atau saluran pipa. Saat bahan kimia kering dilepaskan, bahan kimia ini akan membentuk lapisan yang menutupi permukaan bahan yang terbakar dan menghentikan reaksi kimia yang menyebabkan api. Selain itu, bahan kimia kering juga dapat menghambat penyebaran api ke area lain.

Keuntungan dari Dry Chemical Fire Suppression System adalah daya pemadaman yang tinggi dan cepat, serta dapat bekerja pada berbagai jenis kebakaran, termasuk kebakaran kelas A, B, dan C. Sistem ini juga relatif murah dan mudah dalam perawatan.

Namun, penggunaan Dry Chemical Fire Suppression System juga harus memperhatikan beberapa hal seperti residu bahan kimia kering yang ditinggalkan setelah pemadaman kebakaran, serta risiko korosi pada peralatan dan bahan yang terkena bahan kimia kering. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan perawatan yang teratur dari ahli kebakaran yang berpengalaman dalam pengoperasian dan perawatan Dry Chemical Fire Suppression System.

Wet Chemical Fire Suppression System

Sistem ini bekerja dengan cara menyemprotkan bahan kimia basa yang dicampur dengan air ke area terbakar melalui nozzle khusus. Saat bahan kimia basa dan air disemprotkan ke area terbakar, bahan ini akan membentuk lapisan yang menutupi permukaan bahan yang terbakar dan menghentikan reaksi kimia yang menyebabkan api. Selain itu, bahan kimia basa juga dapat mendinginkan area sekitar dan menghindari risiko terjadinya kebakaran sekunder.Keuntungan dari Wet Chemical Fire Suppression System adalah efektif dalam memadamkan kebakaran pada peralatan memasak dan dapur komersial, serta tidak meninggalkan residu atau kerusakan setelah pemadaman kebakaran. Sistem ini juga dapat digunakan untuk memadamkan kebakaran kelas A dan F [kebakaran minyak dan lemak].

Namun, penggunaan Wet Chemical Fire Suppression System juga harus memperhatikan beberapa hal seperti biaya instalasi yang cukup tinggi dan kebutuhan air yang lebih besar dibandingkan dengan sistem pemadaman kebakaran lainnya. Oleh karena itu, perlu adanya pengawasan dan perawatan yang teratur dari ahli kebakaran yang berpengalaman dalam pengoperasian dan perawatan Wet Chemical Fire Suppression System.

Aerosol Fire Suppression System

Aerosol Fire Suppression System adalah jenis sistem pemadam kebakaran yang menggunakan aerosol padat untuk memadamkan api. Sistem ini terdiri dari generator aerosol yang dirancang untuk menghasilkan aerosol padat ketika terjadi kebakaran.Aerosol padat yang dihasilkan kemudian menyebar ke area terbakar dan mengurangi jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh api untuk terus berkobar. Dalam hal ini, sistem aerosol padat tidak memadamkan api secara fisik seperti halnya sistem pemadam kebakaran tradisional seperti sprinkler, melainkan menghilangkan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh api untuk terus berkobar.

Berikut adalah cara kerja Aerosol Fire Suppression System:

  • Sistem deteksi dini mendeteksi kebakaran dan memberikan peringatan ke unit kontrol.
  • Unit kontrol kemudian mengaktifkan generator aerosol yang melepaskan aerosol padat ke area terbakar.
  • Aerosol padat yang dihasilkan kemudian mengurangi jumlah oksigen di sekitar api dan mencegah api untuk terus berkobar.
  • Selama waktu yang cukup lama, aerosol padat akan tetap di dalam ruangan dan akan terus memadamkan api hingga kebakaran benar-benar teratasi.

Keunggulan dari Aerosol Fire Suppression System adalah kemampuan untuk memadamkan api secara cepat dan efektif, serta kemampuannya untuk digunakan di lingkungan yang sangat sulit atau terlalu berbahaya bagi orang untuk memadamkan api secara manual. Selain itu, sistem ini mudah diinstal dan membutuhkan sedikit ruang, sehingga dapat dipasang di lingkungan yang terbatas.

Namun, Aerosol Fire Suppression System juga memiliki beberapa kekurangan seperti biaya instalasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem pemadam kebakaran tradisional seperti sprinkler, dan penggunaan bahan kimia yang mungkin berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Dimana FM-200 Fire Suppression System Digunakan

FM-200 Fire Suppression System diciptakan sebagai solusi perlindungan kebakaran terbaik menggunakan gas FM-200® yang ramah lingkungan [Clean Agent Gas] sebagai bahan pemadamnya yang dirancang khusus untuk menjaga aset yang penting dan sensitif terhadap residu dari bahan pemadam tradisional seperti air [Water], bubuk kimia kering [Dry Chemical Powder], dan busa [Foam]. FM-200® merupakan alternatif modern yang ramah lingkungan, tidak seperti gas cair lainnya yang memiliki tingkat reaktivitas tinggi seperti AF11 & CF21 yang tidak mematuhi standar yang ditetapkan dalam Protokol Montreal, Protokol Kyoto, EPA SNAP, dan NFPA 2001.

Oleh karena itu, disarankan untuk memasang sistem pemadaman kebakaran ini di ruangan yang harus tetap kering. Contohnya adalah ruangan yang berisikan perangkat elektronik, baik yang ditempati manusia maupun yang tidak. Sistem ini juga cocok untuk ruangan yang tidak bisa dilindungi oleh sprinkler karena menggunakan media pemadam air, yang dapat menyebabkan kerusakan pada aset di dalam ruangan karena risiko korsleting listrik atau dampak kerusakan lainnya yang bisa ditimbulkannya.

Biaya pemulihan pasca kebakaran cenderung tinggi bukan hanya karena penggantian aset yang terbakar, tetapi juga karena perlu memperbaiki kerusakan yang diakibatkan oleh residu dan air. Kesalahan dalam memilih sistem pemadam kebakaran otomatis dapat menyebabkan peningkatan kerugian tersebut.

Berikut bebrapa ruangan yang di rekomendasikan untuk di lakukan pemasangan FM-200 Fire Suppression System :

  • Pusat Data & Ruang Server
  • Ruang Laboratorium
  • Ruang Arsip
  • Ruang Pusat Kendali (Command Center)
  • Ruang Utility (Capacitor Bank/UPS)
  • Panel Listril

Daftar Komponen FM-200 Fire Suppression System

Secara Sederhana komponen dari FM-200 Fire Suppression System terdiri dari kombinasi komponen Fire Alarm Sytem dan Fire Extinguisher. Sistem Fire Alarm di fungsikan sebagai alat pendeteksi yang mendeksi asap [Smoke Detector] maupun panas [Heat Detector]. Namum Sistem fire alarm yang di gunakan pada FM-200 Fire Suppression System ini berbeda dari  sistem deteksi Fire Alarm yang umum digunakan [General Fire Alarm].

FM-200 Fire Suppression System tidak bisa memanfaatkan sistem Fire Alarm umum maupun menggunakan jaringan instalasi dari MCFA fire alarm umum yang sudah ada [Existing], Fire Alarm yang di guanakn pada FM-200 Fire Suppression System adalah sistem Fire Alarm yang independen dan secara khusus di gunakan hanya untuk melayani sistem pada FM-200 Fire Suppression System.

Namun Fire Alarm pada FM-200 Fire Suppression System tetap bisa menggunakan dan di integrasikan dengan Fire Alarm gedung [Genaral Fire Alarm] dengan menggunakan Dry Contact. Sehingga jika terdapat aktifitas pada sistem Fire Alarm dari FM-200 Fire Suppression System, maka Fire Alarm System gedung juga akan menerima signal peringatan tersebut.

Berikut adalah daftar komponen FM-200 Fire Suppression System dan fungsinya :

Fire Control Panel [MCFS]

Fire Control Panel [MCFS]

Panel pusat kendali yang juga dikenal sebagai MCFS [Master Control Fire Suppression] bertanggung jawab atas pemantauan dan pengendalian seluruh aktivitas dalam FM-200 Fire Suppression System. MCFS harus mampu mengelola semua kegiatan sistem deteksi kebakaran dan mengambil tindakan untuk memerintahkan Fire Extinguishing System agar segera melakukan pemadaman. Selain itu, Control Panel dari FM-200 Fire Suppression System juga harus dapat diintegrasikan dengan sistem output lainnya, seperti menonaktifkan sistem pendingin ruangan [AC - Air Conditioner], menonaktifkan sistem sirkulasi udara [Blower, Exhaust Fan], mengaktifkan penutup celah sirkulasi udara [Motorized Damper], menonaktifkan sistem akses pintu keamanan [Door Contact/Access Door], dan lain sebagainya.

Cylinder atau FM-200 Container

Cylinder atau FM-200 Container

Cylinder atau Container berfungsi sebagai tempat penyimpanan gas FM-200 yang digunakan sebagai agen pemadam api saat terjadi kebakaran. Gas FM-200 dalam tabung tersebut dikompresi oleh gas dorong berupa nitrogen dengan tekanan sekitar 25 bar pada suhu 21°C. Tabung FM-200 dilengkapi dengan katup pelepasan yang juga dikenal sebagai head valve atau assembly cylinder, yang berperan sebagai katup penahan untuk gas FM-200 di dalam tabung. Ketika katup pelepasan pada tabung terbuka, gas FM-200 akan keluar melalui katup tersebut dan disalurkan melalui jaringan pipa distribusi menuju nozzle untuk didistribusikan ke area yang terkena kebakaran. Gas FM-200 yang ada dalam tabung awalnya berbentuk cairan, namun saat dilepaskan, gas tersebut akan mengalami dekomposisi menjadi kabut atau uap. Ketika beberapa tabung gas FM-200 dipasang dalam satu manifold, setiap tabung harus memiliki ukuran, tekanan, dan kapasitas gas FM-200 yang sama. Tabung FM-200 biasanya berwarna merah dan dilengkapi dengan label yang berisi informasi seperti berat tabung kosong, berat isi gas FM-200, berat total (tabung kosong dan isi gas FM-200), serta tanggal terakhir pengisian dan catatan pemeriksaan. Komponen-komponen yang terdapat dalam assembly tabung penyimpanan gas FM-200 meliputi tabung [cylinder], assembly katup kepala tabung [cylinder head valve assembly], tutup keamanan [safety cap], cakram pecah keamanan [safety burst disc], kepala kontrol [control head], indikator tingkat cairan [liquid level indicator], pengukur tekanan [pressure gauge], pegangan pengangkatan [lifting lugs], dan label nama tabung [cylinder nameplate/label].

Clean Agent Gas FM-200® [HFC-227ea]

Clean Agent Gas FM-200® [HFC-227ea]

Clean Agent Gas FM-200® [HFC-227ea] berfungsi sebagai agen pemadam api yang efektif, ramah lingkungan, dan aman bagi manusia. Gas ini dirancang untuk memadamkan berbagai jenis kebakaran dengan cepat dan efisien tanpa meninggalkan residu atau merusak lingkungan sekitarnya. Ketika terjadi kebakaran, gas FM-200® dilepaskan ke dalam area yang terbakar dan bereaksi dengan cepat untuk menghentikan proses pembakaran dengan mengurangi suhu dan konsentrasi oksigen. Kecepatan reaksi ini membantu mengurangi kerusakan properti dan risiko keamanan manusia. Selain efektif dalam pemadaman kebakaran, gas FM-200® juga dikenal karena sifatnya yang ramah lingkungan. Tidak meninggalkan residu atau zat berbahaya setelah pemadaman, gas ini tidak merusak barang-barang yang terselamatkan atau lingkungan sekitarnya. Selain itu, gas FM-200® tidak bersifat korosif dan tidak menghantarkan listrik, menjadikannya aman digunakan di area yang dihuni manusia tanpa risiko dampak negatif terhadap kesehatan. Dengan demikian, Clean Agent Gas FM-200® [HFC-227ea] merupakan pilihan yang ideal untuk sistem pemadam kebakaran di berbagai lingkungan, termasuk ruang terbuka maupun ruangan tertutup. Fungsinya yang efektif, ramah lingkungan, dan aman bagi manusia menjadikannya solusi yang efisien dalam melindungi properti dan keselamatan manusia dari bahaya kebakaran.

Head Valve [Cylinder Valve Assembly]

Head Valve [Cylinder Valve Assembly]

Head valve atau assembly katup tabung adalah komponen utama yang berfungsi sebagai penutup atau kepala tabung, bertanggung jawab mengatur aliran gas ke dalam dan keluar dari tabung. Istilah "head valve" atau "assembly katup tabung" merujuk pada paket komponen yang umumnya sudah terpasang pada tabung saat diproduksi di pabrik. Setiap tabung gas FM-200 yang dipesan akan otomatis dilengkapi dengan head valve atau assembly katup tabung. Desain head valve tabung FM-200 didasarkan pada penelitian dan pengembangan ekstensif serta mengintegrasikan berbagai fitur keselamatan yang unik. Setiap head valve atau assembly katup tabung dilengkapi dengan koneksi supervisory pressure switch sebagai indikator tekanan pada tabung, pengukur tekanan, dan safefy burst disc sesuai regulasi DOT [Departemen Transportasi Amerika Serikat]. Selain itu, setiap head valve atau assembly katup tabung dilengkapi dengan tutup pengaman dan tutup pelindung. Tutup pengaman berfungsi untuk mencegah pelepasan gas yang tidak disengaja dan untuk menghindari pelepasan gas yang tidak terkendali. Penting untuk selalu memasang tutup pengaman pada saluran keluar katup pelepasan saat tabung dan head valve tidak terhubung ke jaringan pipa distribusi atau saat melakukan pemindahan dan transportasi. Hal ini dilakukan untuk mencegah tabung dari pergerakan ekstrim akibat pelepasan gas yang tidak disengaja, yang bisa disebabkan oleh benturan atau guncangan yang tidak terduga.

Liquid Level Indicator [LLI]

Liquid Level Indicator [LLI]

Untuk mengukur jumlah cairan gas FM-200 di dalam tabung, diperlukan sebuah alat pengukur yang bisa menunjukkan berapa banyak gas cair yang tersisa. Alat tersebut disebut Liquid Level Indicator atau LLI. Liquid Level Indicator adalah alat pengukur manual yang berfungsi untuk mengukur tingkat cairan gas FM-200 dalam tabung. Dengan menggunakan Liquid Level Indicator, kita dapat mengetahui berat gas yang masih ada dalam tabung. Untuk menentukan berat gas FM-200 dalam tabung, pengguna harus mengonversi hasil pengukuran level indikator ke dalam satuan berat dengan menggunakan tabel konversi yang sesuai dengan ukuran tabung. Setiap merek tabung memiliki grafik dan tabel konversi yang berbeda. Agar hasil pengukuran akurat, penting untuk memastikan bahwa suhu di sekitar tabung (suhu ruangan) berada dalam kisaran suhu yang diizinkan oleh Liquid Level Indicator, yaitu antara 0°C hingga 54°C, tergantung mereknya. Toleransi pengukuran adalah ±2% dari berat isi tabung. Liquid level indicator dipasang secara vertikal, dengan meteran tersembunyi di dalam pipa yang berada di dalam tabung. Komponen pada pipa tersebut dilengkapi dengan pelampung yang memiliki magnet untuk menunjukkan level cairan. Sehingga, untuk mengetahui tingkat cairan gas FM-200 di dalam tabung, kita bisa membuka tutup pengaman LLI dan menarik meteran sampai magnet pelampung mencapai posisi penuh. Pengukuran dapat dilakukan tanpa harus melepas tabung dari sistem.

Pressure Gauge

Pressure Gauge

Pressure gauge merupakan bagian dari assembly head valve/cylinder valve, yang berfungsi untuk mengukur tekanan internal dalam tabung. Pressure gauge menampilkan tiga kondisi tekanan dalam tabung, yaitu Recharge [merah], Working pressure [hijau], dan Overcharge [merah]. Jika indikator pressure gauge berada di area Recharge, itu menandakan bahwa tekanan dalam tabung telah menurun atau kehilangan tekanan. Hal ini mengindikasikan perlunya pengisian ulang tabung segera. Working pressure menunjukkan bahwa tekanan gas dalam tabung berada pada level yang normal, sesuai dengan tekanan kerja yang ditetapkan. Area Overpressure menandakan bahwa tekanan gas dalam tabung telah melebihi batas normal dan berpotensi membahayakan. Jika jarum pressure gauge berada di area ini, segera hubungi teknisi FM-200 untuk menangani masalah tersebut.

Supervisory Pressure Switch [Low Pressure Switch]

Supervisory Pressure Switch [Low Pressure Switch]

Ketika tabung FM-200 berada dalam kondisi bertekanan, supervisory pressure switch memiliki fungsi penting sebagai komponen pemantau tekanan gas dorong di dalamnya. Jika terjadi penurunan tekanan dalam tabung, supervisory pressure switch akan berperan sebagai komponen peringatan yang mengirimkan notifikasi trouble ke kontrol panel. Setiap merek memiliki batas minimum penurunan tekanan yang berbeda-beda, namun umumnya berkisar antara 21°C hingga 19°C. Pada beberapa merek tertentu, supervisory pressure switch juga dikenal dengan nama low pressure switch.

Safety Burst Disc

Safety Burst Disc

Burst disc merupakan bagian dari assembly head valve/cylinder valve yang berperan sebagai komponen pengaman terhadap tekanan yang ada di dalam tabung. Burst disc selalu disertakan dan dipasang saat pembuatan setiap produk head valve/cylinder valve di pabrik. Fungsinya adalah untuk pecah secara otomatis jika tabung mengalami tekanan yang berlebihan, yang disebabkan oleh kondisi over pressure. Over pressure bisa terjadi ketika suhu pada tabung FM-200 melebihi batas yang telah dirancang. Misalnya, jika tabung dirancang untuk suhu penyimpanan dan pengoperasian antara 0°C hingga 54°C, burst disc akan pecah secara otomatis jika suhu tabung mencapai antara 50°C hingga 54°C. Hal ini bertujuan untuk membuang tekanan gas dorong keluar dari tabung FM-200 dan mengurangi risiko cedera pada manusia atau kerusakan pada properti di sekitarnya. Penggunaan burst disc membantu meminimalisir kemungkinan terjadinya cedera atau kerusakan jika head valve copot secara paksa atau terjadi letusan pada body tabung akibat over pressure tekanan di dalam tabung FM-200. Dengan demikian, burst disc berperan sebagai langkah keamanan tambahan untuk menjaga keselamatan manusia dan properti saat menggunakan sistem FM-200.

Solenoid [Actuator Control Head]

Solenoid [Actuator Control Head]

Actuator, yang lebih dikenal sebagai Solenoid, merupakan komponen yang memiliki berbagai jenis actuation yang dibedakan berdasarkan metode pengoperasiannya. Beberapa jenis actuation termasuk Electric Control Head, Cable Operated Control Head, Electric/Cable Operated Control Head, Lever Operated Control Head, Pressure Operated Control Head, Lever/Pressure Operated Control Head, Stackable Control Head, Remote Pull Stations, Electric Remote Pull Box, dan Cable Manual Pull Station. Meskipun memiliki beragam metode pengoperasian, semua komponen actuator tersebut memiliki fungsi dan tujuan yang sama, yaitu untuk mengoperasikan head valve/cylinder valve assembly. Solenoid dapat dioperasikan secara elektrik menggunakan kontrol panel sistem pendeteksi kebakaran FM-200, manual pull station sebagai pemicu jarak jauh, atau secara lokal dengan menggunakan tuas manual yang terdapat di kepala solenoid. Metode pengoperasian solenoid tergantung pada jenis actuator yang digunakan. Namun, untuk mengoperasikan head valve/cylinder valve assembly, penting untuk memastikan bahwa solenoid dan head valve/cylinder valve assembly berasal dari merek yang sama. Hal ini karena solenoid tidak bersifat universal. Sebagai contoh, solenoid merek Kidde tidak akan cocok jika dipasang untuk mengoperasikan head valve/cylinder valve assembly merek Chemetron, meskipun keduanya berasal dari perusahaan yang sama. Setiap pabrikan/merek memiliki penamaan yang berbeda untuk mengidentifikasi solenoid yang mereka produksi, serta mekanisme dan aksesoris yang digunakan dalam sistem kerja komponen tersebut. Hal ini juga berlaku jika menggunakan manifold untuk melindungi beberapa ruangan sekaligus [multiple hazard].

Removable Electrical Actuator [Suppression Diode & Bridge Rectifier]

Removable Electrical Actuator [Suppression Diode & Bridge Rectifier]

Removable electrical actuator merupakan bagian dari keluarga solenoid/control head jenis elektrik yang dapat dilepas, dan menggunakan tegangan arus sebesar 24 VDC untuk mengoperasikannya. Fungsinya mirip dengan solenoid/control head, yaitu untuk menggerakkan sistem mekanis head valve/cylinder valve assembly. Removable electrical actuator juga dikenal dengan nama latching solenoid. Ada dua jenis koneksi pada terminal elektrikal removable electrical actuator, yaitu suppression diode dan bridge rectifier, yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap back EMF. Suppression diode memiliki ketentuan tetap untuk koneksi kabel ke masing-masing terminalnya, di mana terminal 1 harus terhubung dengan suplai positif dan terminal 2 dengan suplai negatif. Sementara itu, karena bridge rectifier menggunakan arus penyearah, koneksi kabel tidak harus memperhatikan ketentuan pada setiap terminalnya. Kabel suplai positif dan negatif dari kontrol panel dapat disambungkan ke terminal mana pun pada electrical actuator yang menggunakan bridge rectifier. Removable electrical actuator memiliki umur pakai hingga 10 tahun sejak tanggal pembuatannya, yang tertera dalam labelnya. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang andal dan tahan lama untuk menggerakkan sistem pemadam kebakaran FM-200.

Cylinder Trap [Bracket]

Cylinder Trap [Bracket]

Bracket/cylinder strap dibuat dari stainless steel yang ditekuk sesuai dengan diameter tabung, dirancang khusus untuk dipasang di permukaan vertikal yang datar seperti dinding. Fungsinya adalah untuk menyangga dan menjaga tabung agar tetap dalam posisi yang aman saat terjadi pelepasan gas. Karena pentingnya tabung tetap tegak dan stabil selama pelepasan gas, bracket/cylinder strap harus dipasang di dinding dan diikat kuat menggunakan mur dan baut, seperti dynabolt. Dengan demikian, bracket/cylinder strap dapat menahan beban hingga lima kali lipat dari berat tabung, memastikan keamanan dan stabilitas selama penggunaan.

Flexible Discharge Hose

Flexible Discharge Hose

Untuk mengalirkan gas FM-200 dari tabung ke jaringan pipa distribusi atau manifold, diperlukan komponen yang dapat menyambungkan head valve/cylinder valve assembly dengan pipa distribusi utama. Flexible discharge hose berperan sebagai penghubung ini. Flexible discharge hose terbuat dari berbagai bahan, seperti karet dan anyaman serat kawat baja tahan karat, tergantung pada ukuran dan diameter yang diperlukan. Hose ini dilengkapi dengan konektor di kedua ujungnya, yaitu drat NPT jantan dan sisi ujung satunya berupa konektor mur putar. Adaptor putar tersedia untuk beberapa ukuran flexible discharge hose, seperti ukuran 3" tanpa manifold, dan terdiri dari tiga jenis, yaitu NPT/BSPT, Flared swivel, dan Grooved. Adaptor-adaptor ini memungkinkan tabung tunggal terhubung dengan saluran keluar head valve/cylinder valve assembly melalui flexible discharge hose. Keberadaan flexible discharge hose mempermudah dalam pemeliharaan dan pengisian ulang gas FM-200. Terutama ketika menggunakan manifold, pengguna tidak perlu membongkar bracket atau dudukan tabung lainnya serta koneksi pipa manifold, sehingga prosesnya menjadi lebih efisien.

Valve Outlet Adapter

Valve Outlet Adapter

Discharge hose/check valve assembly memiliki fungsi serupa dengan flexible discharge hose. Perbedaannya terletak pada komponen yang tergabung dalamnya. Discharge hose/check valve assembly merupakan gabungan antara elbow, hose, check valve, dan konektor mur putar [swivel nut]. Komponen ini digunakan untuk menyambungkan head valve/cylinder valve assembly dengan jaringan pipa distribusi atau manifold.

Pressure Operated Switch

Pressure Operated Switch

Mekanisme pengoperasian pressure operated switch mengandalkan dorongan yang berasal dari tekanan di dalam tabung, yang akan tergerak pada saat sistem FM-200 mengalami pelepasan gas [discharge/release]. Meskipun pressure operated switch merupakan bagian dari komponen perangkat mekanikal, namun fungsi pressure operated switch adalah untuk mengaktifkan dan/atau menonaktifkan komponen yang beroperasi secara elektrikal. Dengan menggunakan pressure operated switch, sistem FM-200 bisa diintegrasikan untuk mengaktifkan dan/atau menonaktifkan dengan sistem pihak ketiga, misalnya seperti AC, sistem ventilasi, motorized damper, access door, dan lain sebagainya.

Main Reserve Selector Switch

Main Reserve Selector Switch

Main-to-reserve selector switch dipasang pada sistem multiple cylinder, yang menggabungkan dua unit tabung sebagai tabung utama dan cadangan. Fungsinya adalah sebagai sakelar untuk memilih tabung yang digunakan dalam kondisi siaga. Dengan menggunakan main-to-reserve selector switch, sistem tetap memberikan perlindungan kebakaran tanpa khawatir jika salah satu tabung sedang dalam pemeliharaan atau mengalami pelepasan gas. Sakelar ini dilengkapi dengan dua port yang terhubung ke perangkat modul pemicu manual jarak jauh untuk melakukan pelepasan gas pada tabung utama atau cadangan, sesuai pengaturan. Misalnya, jika terjadi pelepasan gas pada tabung utama, setelah normalisasi sistem, sakelar main-to-reserve selector switch dapat dipindahkan dari "Main" ke "Reserve". Dengan begitu, sistem FM-200 tetap siaga menggunakan tabung cadangan. Tabung utama yang kosong dapat dilepas dari sistem untuk diisi ulang. Setelah pengisian ulang selesai, sakelar dapat dikembalikan ke posisi "Main" untuk menjaga kesiapan sistem.

Check Valve [Manifold Check Valve]

Check Valve [Manifold Check Valve]

Untuk mencegah korosi, semua komponen check valve dibuat dari kuningan. Check valve biasanya terpasang pada sistem multiple cylinder dan sistem main-reserve. Sistem multiple cylinder menggabungkan dua unit tabung atau lebih dengan satu manifold, sementara sistem main-reserve menggunakan dua unit tabung sebagai tabung utama dan cadangan. Check valve dipasang di pipa utama saluran pelepasan. Pada sistem main-reserve, check valves mencegah pengaktifan sistem cadangan saat sistem utama melepaskan gas. Sebaliknya, check valve di saluran pembuangan sistem cadangan mencegah pengaktifan sistem utama saat cadangan melepaskan gas. Pada sistem multiple cylinder, check valves mencegah keluarnya gas jika salah satu tabung tidak terhubung ke manifold saat sistem melepaskan gas. Mereka juga mencegah aliran gas dari manifold masuk ke tabung lain dalam satu rangkaian manifold.

Shuttle Check Valves

Shuttle Check Valves

Shuttle check valves digunakan dalam sistem main-reserve cylinder untuk menghubungkan dua tabung ke pipa saluran pembuangan dalam satu manifold. Komponen utamanya adalah shuttle check, yang berfungsi secara otomatis. Ketika tabung utama kosong karena pelepasan gas, shuttle valve akan menutup pipa saluran pembuangan di tabung utama. Dengan demikian, gas dari tabung cadangan dapat mengalir melalui pipa saluran pembuangan tanpa perlu menggunakan main-reserve selector switch sebagai pengendali saluran gas. Ini memastikan tabung cadangan siap digunakan tanpa perlu campur tangan manual.

Safety Reliefe Valve [Bleeder Valve]

Safety Reliefe Valve [Bleeder Valve]

Safety relief valve merupakan salah satu varian komponen dari merek Ansul. Fungsinya adalah untuk mengurangi tekanan gas nitrogen pada jalur penggerak setelah sistem diaktifkan oleh perangkat pelepasan pneumatik [Ansul automan II-C releasing device for pneumatic actuation]. Setelah sistem melepaskan gas, komponen ini digunakan dengan cara menarik cincin pada katup pelepasan untuk mengurangi tekanan di pipa saluran pembuangan. Sementara itu, bleeder valve adalah varian komponen dari merek Chemetron yang memiliki fungsi yang mirip dengan safety relief valve. Bleeder valve juga digunakan untuk mengurangi tekanan setelah sistem melepaskan gas, sehingga memastikan sistem kembali ke kondisi aman.

Discharge Nozzle

Discharge Nozzle

Discharge nozzle berperan sebagai saluran keluar gas FM-200 dari tabung menuju area bahaya yang dilindungi oleh sistem FM-200 Fire Suppression System. Nozzle ini memiliki dua jenis desain yang berbeda dalam hal cakupan radiusnya, yaitu nozzle dengan radius pancaran 180° dan 360°. Nozzle 180° biasanya memiliki 4 hingga 7 lubang keluaran, tergantung pada merek dan diameter orifice drill. Jenis nozzle ini digunakan untuk menciptakan pola pancaran dengan radius 180°, yang umumnya dipasang pada dinding vertikal atau tepi plafon ruangan yang berdekatan dengan dinding. Sementara itu, nozzle 360° dilengkapi dengan 8 lubang keluaran. Nozzle ini digunakan untuk membentuk pola pancaran dengan radius 360°, dan biasanya dipasang di tengah plafon ruangan untuk memberikan cakupan yang merata ke seluruh area ruangan.

Pemicu Manual [Manual Call Point _ Push Buttom _ Break Glass]

Pemicu Manual [Manual Call Point / Push Buttom / Break Glass]

Pemicu manual yang digunakan dalam Fire Alarm System dapat berupa Push Button dan Breakglass, keduanya memiliki fungsi yang sama namun cara pengoperasiannya berbeda. Push Button beroperasi seperti tombol biasa dengan saklar penghubung arus, sementara Breakglass memiliki mekanisme serupa namun dilengkapi dengan pengaman tambahan berupa material kaca, akrilik, atau bahan pecah belah lainnya yang harus dirusak untuk mengaktifkannya. Kedua jenis pemicu manual ini umumnya dikenal dengan sebutan Manual Call Point. Pada sistem FM200 Fire Suppression System, Manual Call Point memiliki fungsi serupa dengan yang digunakan pada Fire Alarm System, namun dengan tambahan tugas. Selain memberikan informasi kepada Control Panel FM200 untuk mengaktifkan signal peringatan alarm kebakaran, Manual Call Point pada sistem FM200 Fire Suppression juga bertugas untuk mengaktifkan komponen Solenoid FM200. Solenoid ini bertanggung jawab untuk memerintahkan Fire Extinguishing System untuk melakukan pemadaman kebakaran dengan melepaskan gas FM200. Dengan kata lain, setelah tombol Manual Call Point ditekan, sistem FM200 Fire Suppression akan segera melakukan pemadaman kebakaran dengan melepaskan gas FM200 ke dalam ruangan melalui pembukaan katup Actuation/Solenoid. Semua proses dari aktivasi peringatan alarm kebakaran hingga pemadaman dilakukan secara otomatis oleh komponen FM200.

Fire Alarm [Audible Visual Signal, Fire Detection]

Fire Alarm [Audible Visual Signal, Fire Detection]

Komponen FM-200 pada Fire Alarm System terdiri dari sensor pendeteksi, singal suara, visual, atau kombinasi keduanya. Sinyal visual umumnya berupa lampu strobo atau lampu kilat, serta lampu tanda peringatan dengan tulisan. Sementara sinyal suara meliputi bel dan sirine. Saat terjadi alarm, setiap komponen alarm tidak aktif secara bersamaan, tetapi bergantian sesuai dengan situasi yang ada. Hal ini memungkinkan untuk membedakan antara fase alarm #1, fase alarm #2, dan fase pelepasan gas. Untuk membantu pengidentifikasian situasi, pengguna dapat memilih dari berbagai komponen FM-200 yang tersedia, seperti Alarm Sounder/Beacon, Strobe Light, Multitone Horns & Strobes, Alarm Bell, dan Sign Lamp. Lampu tanda peringatan biasanya menginformasikan dua hal: peringatan untuk segera mengevakuasi area dan larangan masuk saat terjadi pelepasan gas. Tulisan pada lampu tanda peringatan berisi pesan "Evacuate Area - Immediately" dan "Do Not Enter - Gas Discharge" untuk memberikan instruksi kepada penghuni area yang terkena dampak.

Sensor Pendeteksi Kebakaran [Fire Detection Sensor Device]

Untuk mengidentifikasi potensi bahaya kebakaran, penting bagi sistem kebakaran memiliki sensor yang dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya kebakaran. Sensor ini bertugas menangkap tanda-tanda kebakaran, seperti partikel asap dan peningkatan suhu.

Beberapa jenis sensor pendeteksi kebakaran yang umum digunakan meliputi:

  • Photo-electric Smoke Detector
  • lonization Detector
  • Temperature Heat Detector

Namun, dalam sistem FM-200 Fire Suppression, sensor pendeteksi kebakaran dapat diintegrasikan dengan sistem pendeteksi lainnya, seperti:

  • VESDA [Very Early Smoke Detection Aspirating]
  • Linier Heat Detector [LHD]
  • Heat Detektor Rate of Rise [ROR]
  • Flame Detector
  • Termocouple
  • Tubing, dan lain sebagainya.

Pelajari selengkapnya di Komponen Fire Detection FM-200

Ketika sensor mendeteksi tanda-tanda kebakaran, baik itu asap atau peningkatan suhu, sensor akan mengirimkan sinyal ke Panel Kontrol FM-200 untuk diproses dan ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Signal Peringatan Kebakaran [Responsive Fire Alarm Signal]

Jika sistem pendeteksi kebakaran mendeteksi adanya tanda-tanda kebakaran, Control Panel FM-200 akan menginstruksikan perangkat signal peringatan kebakaran untuk mengeluarkan signal alarm sebagai tanda peringatan.Signal peringatan kebakaran yang dikeluarkan oleh komponen Responsive Fire Alarm Signal, terdiri dari mode Mode Visual dan Mode Audible

Komponen FM-200 yang digunakan sebagai signal peringatan kebakaran mode visual adalah:

  • Fire Indicating Lamp
  • Flash Light
  • Strobe Light
  • Sign Lamp “Evacuate Area”
  • Sign Lamp “Gas Discharge”
  • Sign Lamp “Do Not Enter”

Komponen FM-200 yang digunakan sebagai signal peringatan kebakaran mode audible adalah:

  • Fire Alarm Bell
  • Horn Strobe [kombinasi audio dan visual]

Seperti apa cara signal peringatan kebakaran FM200 Fire Suppression bekerja, bisa kamu temukan di Fungsi dan Cara Kerja Komponen.

Demikian penjelasan yang menyeluruh tentang FM200 Fire Suppression System, walaupun secara keseluruhan, tulisan di atas hanya memberikan gambaran umum. Silakan lanjutkan membaca artikel lainnya untuk mendapatkan informasi yang lebih terperinci mengenai sistem perlindungan kebakaran otomatis yang ramah lingkungan ini.

Jika Anda membutuhkan konsultasi langsung, jangan ragu untuk menghubungi kami melalui pesan WhatsApp atau telepon di nomor +62 852-8232-8117.

LAYANAN JASA KAMI

Our Serivices Provide Integrated Solutions

Isi Ulang Refilling Clean Agent Gas

Isi Ulang Refilling Clean Agent Gas

Melayani refilling isi ulang clean agent gas fire suppression: FM-200 (HFC-227ea), EFKA 5112, Novec-1230 (FK-5-1-12), Inergen, Argonite, RF-36 (HFC-236fa), dan CO2 System.

Pemasangan Instalsi Fire Suppression

Pemasangan Instalsi Fire Suppression

Melayani Jasa instalasi fire suppression system. Tim profesional kami menjamin pemasangan yang cepat, ramah lingkungan, dan sesuai standar tertinggi mulai dari perencanaan sistem hingga testing & commissioning.

Hydrostatic Testing

Hydrostatic Testing

Melayani jasa hydrotest tabung Fire Suppression yang wajib dilakukan setiap 5 tahun sekali untuk memverifikasi kekuatan dan keandalan semua komponen yang bekerja di bawah tekanan sesuai dengan standar CGA [Compressed Gas Association].

Service & Maintenance Fire Suppression

Service & Maintenance Fire Suppression

Jasa service dan maintenance Fire Suppression Systems sesuai prosedur NFPA dan standar pabrikan untuk semua merek. Layanan kami mencakup inspeksi dan testing harian, bulanan, 6 bulanan, tahunan, 2 tahunan, dan 5 tahunan.

Baca juga artikel lainnya:

Instalasi Pemipaan Gaseous Agent Fire Suppression Systems

Dalam dunia proteksi kebakaran, Gaseous Agent Fire Suppression Systems...

Cara Menghitung Kebutuhan Gas FM-200 Menurut Standar NFPA 2001 Edisi 2022

Apakah masih ada yang menggunakan rumus "Volume x 0,5463"...

Approval & Certification Clean Agent Gas FM-200 Fire Suppression System

KIDDE - FENWALDengan lebih dari satu abad pengalaman sejak...

MSDS Gas Clean Agent Fire Suppression System Semua Merek Lengkap

Definisi MSDS [Material Safety Data Sheet] MSDS [material safety...

Jenis-Jenis Gas Clean Agent Sesuai Standar NFPA

Ketika membahas tentang bahaya kebakaran, respons yang cepat dan...

Flowchart Cara Kerja FM-200

Pernahkah kamu menyadari bahwa FM-200 Fire Suppression System memiliki...

Let’s Start a Cool Project
Together