Flowchart Cara Kerja FM-200

Pernahkah kamu menyadari bahwa FM-200 Fire Suppression System memiliki cara kerja yang sepenuhnya otomatis dan tidak memerlukan campur tangan manusia? Meskipun demikian, perlu diingat bahwa penggunaan sistem ini dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kegagalan. Kegagalan tersebut seringkali disebabkan oleh kurangnya perawatan, pengujian yang tidak dilakukan, dan komponen yang telah mencapai batas masa pakainya.

Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa sistem FM-200 memerlukan perencanaan yang baik agar dapat mengatasi kemungkinan kegagalan. Tanpa perawatan yang tepat, salah satu komponen yang mengalami kegagalan dapat mengakibatkan sistem yang seharusnya bekerja otomatis menjadi tidak efektif.

Agar sistem FM-200 Fire Suppression tetap dapat memberikan perlindungan optimal dari risiko kebakaran, perancangan cara kerjanya harus mempertimbangkan segala kemungkinan kegagalan yang mungkin terjadi. Oleh karena itu, kami mengajak kamu untuk membaca artikel ini secara menyeluruh guna memahami lebih dalam cara kerja FM-200 Fire Suppression System.

Jika kamu masih belum familiar dengan dasar-dasar FM-200 Fire Suppression System, kami sarankan untuk mempelajarinya terlebih dahulu sebelum melanjutkan. Selain itu, jika ada pertanyaan lebih lanjut atau ingin berkonsultasi langsung dengan tim spesialis engineer kami, kamu dapat menghubungi kami melalui nomor +62 852-8232-8117 atau mengirim pesan melalui WhatsApp. Kami siap membantu!

Bagaimana Sih Cara Kerja FM-200 Fire Suppression System Itu ?

Dengan jelasnya, FM-200 Fire Suppression System menawarkan cara kerja yang sangat sederhana untuk melindungi ruangan dari bahaya kebakaran. Sistem ini mengoperasikan mekanisme yang terautomatisasi, dimulai dari sensor yang sangat sensitif terhadap asap atau panas. Begitu sensor mendeteksi adanya ancaman kebakaran, Control Panel segera memberikan peringatan melalui sinyal alarm kebakaran.

Pentingnya sinyal peringatan ini tidak hanya sebagai tanda awal, tetapi juga sebagai pengumuman bahwa Fire Extinguishing System akan segera memulai langkah-langkah pemadaman kebakaran. Control Panel memicu hitungan mundur yang diatur sebelum melepaskan gas pemadam ke seluruh ruangan. Waktu penundaan pada hitungan mundur memberikan kesempatan untuk melakukan evakuasi atau pembatalan jika diperlukan.

Fire Suppression System, yang menggunakan gas sebagai media pemadam, dikenal karena efektivitasnya dalam memadamkan api. Sistem ini dirancang untuk melibatkan proses pemadaman yang cepat dan efisien. Meskipun demikian, perlu diingat bahwa tidak semua gas pemadam aman bagi manusia. Contohnya, gas CO2 (Carbon Dioxide) meskipun efektif dalam pemadaman, dapat berpotensi membahayakan manusia.

Meskipun jenis gas pemadamnya bervariasi, prinsip dasar cara kerja sistem pemadam kebakaran tetap serupa, termasuk FM-200 Fire Suppression System. Prinsip ini diarahkan untuk memberikan perlindungan maksimal terhadap risiko kebakaran dengan tetap memperhatikan keselamatan manusia. Oleh karena itu, pemahaman mendalam terhadap cara kerja sistem ini sangat penting agar pengguna dapat mengambil tindakan yang tepat dalam menghadapi situasi darurat. Dengan segala komponennya yang terintegrasi, sistem ini menciptakan lapisan pertahanan yang efisien dan andal untuk melindungi kehidupan dan properti dari ancaman kebakaran.

Bagaimana Mekanisme Dasar Cara Kerja FM-200 ?

Komponen yang terdapat dalam sistem FM-200 melibatkan dua jenis rangkaian, yaitu rangkaian sistem elektrikal dan rangkaian komponen mekanikal. Kedua rangkaian ini kemudian diintegrasikan agar dapat beroperasi secara sinergis dan saling berinteraksi.

Rangkaian Komponen Mechanical dan Electrical FM-200

Dasar dari cara kerja FM-200 Fire Suppression System terletak pada integrasi antara sistem pendeteksi dini alarm kebakaran (Early Warning Fire Alarm System) dan sistem pemadam kebakaran [Fire Extinguishing System], seperti yang telah dijelaskan dalam Integrasi Fire Alarm System dan Fire Extinguishing System.

Ketika beroperasi dalam mode otomatis, cara kerja FM-200 Fire Suppression System dapat dibagi menjadi tiga fase alarm:

  1. Fase Alarm #1 [Single Zone]
  2. Fase Alarm #2 [Cross Zone]
  3. Fase Alarm #3 [Gas Release]

Sebelum kita eksplor lebih lanjut ketiga fase alarm tersebut, mari kita terlebih dahulu memahami cara kerja dari rangkaian sistem elektrikal dan komponen mekanikal yang melibatkan FM-200 Fire Suppression System.

Sistem Electrical [Fire Detection System & Sign]

Komponen dan perangkat Fire Alarm System yang terpasang pada FM-200 Fire Suppression System merupakan bagian integral dari sistem elektrikal. Berikut adalah beberapa elemen penting yang terlibat:

  1. Control Panel Fire Suppression System:

    • Addressable maupun Conventional
  2. Sensor Pendeteksi Kebakaran:

    • Smoke Detector
    • Heat Detector
    • Flame Detector
    • Dan lainnya
  3. Pemicu Manual:

    • Breakglass
    • Manual Push Button
    • Abort Station
  4. Signal Peringatan Kebakaran:

    • Alarm Bell
    • Multi-tone
    • Strobe Light
    • Horn/Multi-tone + Strobe
    • Fire Indicating Lamp
    • Dan lainnya

Dalam menjalankan fungsinya, FM-200 Fire Suppression System mendeteksi ancaman bahaya kebakaran secara otomatis berkat komponen perangkat elektronik, rangkaian elektrikal, dan jaringan instalasi Fire Alarm System. Semua komponen Fire Alarm System, mulai dari sensor pendeteksi kebakaran, Kontrol Panel, perangkat signal alarm peringatan kebakaran, hingga pemicu manual, membutuhkan sumber daya listrik dalam pengoperasiannya.

Sensor pendeteksi kebakaran yang digunakan pada FM-200 Fire Suppression System, seperti Photo-electric Smoke Detector, Ionization Detector, Temperature Heat Detector, dapat menangkap partikel asap dan suhu panas yang merupakan indikator adanya kebakaran. Sistem ini juga dapat mengintegrasikan berbagai jenis sensor pendeteksi api lainnya, seperti VESDA (Very Early Smoke Detection Aspirating), LHD (Linier Heat Detector), ROR (Rate of Rise) Heat Temperature, Flame Detector, Thermocouple, dan Tubing.

Instalasi sistem pendeteksi FM-200 Fire Suppression System menggunakan metode rancangan instalasi Cross-Zone. Sistem Cross-Zone mengelompokkan sensor pendeteksi kebakaran berdasarkan zonasi jaringan instalasi Fire Alarm System. Dengan minimal dua zona, sistem ini memungkinkan konfirmasi saling mengkonfirmasi terjadinya potensi kebakaran. Tujuannya adalah mencegah false alarm dan memastikan alarm yang muncul disebabkan oleh kebakaran. Hal ini penting karena Fire Extinguishing System akan melepaskan gas dalam waktu 30 detik setelah mendeteksi kebakaran, dan dibutuhkan dua konfirmasi sensor pendeteksi alarm kebakaran sebelum sistem ini beroperasi secara otomatis. Sistem Cross-Zone memainkan peran kunci dalam mencegah false alarm, yang dapat disebabkan oleh tumpukan partikel debu, asap rokok, asap fogging, hingga gas freon AC yang bocor. Dengan menerapkan sistem Cross-Zone, FM200 Fire Suppression System dapat bekerja lebih efektif dan meminimalkan risiko kerugian yang tidak diinginkan.

Fase Alarm #1

Aktivasi Fase Alarm #1 akan terjadi jika salah satu Smoke Detector di jaringan instalasi pada suatu Zone mendeteksi keberadaan asap. Atau, dalam situasi di mana beberapa Smoke Detector di Zone yang sama secara bersamaan memberikan indikasi adanya asap.

Mari kita lihat contoh kasusnya: Bayangkan ada 2 unit Smoke Detector di Zone-1 [Z1:S1 dan Z1:S2], dan juga 2 unit Smoke Detector di Zone-2 [Z2:S1 dan Z2:S2]. Jika salah satu atau beberapa dari Smoke Detector ini mendeteksi asap, Fase Alarm #1 akan diaktifkan.

Sebagai ilustrasi, bayangkan bahwa satu Smoke Detector di jaringan Zone-2 [Z2:S1] mendeteksi adanya asap. Dalam kondisi ini, Fase Alarm #1 akan diaktifkan, dan Control Panel akan memberikan peringatan kebakaran sesuai dengan deteksi asap yang terjadi pada satu Zone tersebut.

Dalam gambar di atas, terlihat bahwa Smoke Detector nomor 1 di jaringan Zone-2 [Z2S1] telah mendeteksi adanya asap. Karena Smoke Detector Z2:S1 memberikan indikasi asap, Fase Alarm #1 pun diaktifkan, menyebabkan Control Panel mengirimkan sinyal alarm peringatan kebakaran untuk Fase Alarm #1.

Berbagai perangkat signal alarm kebakaran ikut beroperasi pada Fase Alarm #1, antara lain:

  • Strobe Light dan Fire Indicating Lamp: Keduanya menyala secara putus-putus [-.-.-.]
  • Multi-tone dan/atau Horn/Multi-tone + Strobe: Bersuara dan menyala secara putus-putus [ii]
  • Sign Lamp “Evacuate Area”: Menyala secara putus-putus [—]

Semua perangkat ini berperan penting dalam memberikan peringatan kepada orang-orang di sekitar untuk segera mengambil tindakan evakuasi di Fase Alarm #1.

Pada saat Fase Alarm #1 aktif, Control Panel tidak akan memberikan perintah ke Fire Extinguishing System untuk melepaskan gas pemadam, karena sensor pendeteksinya hanya mendeteksi adanya asap pada Detektor di satu jaringan instalasi Zone yang sama.

Fase Alarm #2

Fase Alarm #2 akan aktif jika Smoke Detector di kedua Zone menunjukkan indikasi asap, atau jika beberapa Smoke Detector di Zone yang berbeda secara bersamaan mendeteksi adanya asap. Ketika Fase Alarm #2 diinisiasi, hal tersebut disebabkan oleh adanya indikasi asap yang diterima secara bersamaan dari Smoke Detector Z2S1 dan Z1:S1. Akibatnya, Control Panel akan mengirimkan sinyal alarm peringatan kebakaran untuk Fase Alarm #2.

Berbagai perangkat alarm peringatan kebakaran akan aktif saat memasuki Fase Alarm #2, termasuk:

  • Multi-tone dan/atau Horn/Multi-tone + Strobe: Bersuara dan menyala secara putus-putus [—]
  • Sign Lamp “Evacuate Area”: Menyala secara putus-putus [—]
  • Fire Alarm Bell: Berdering putus-putus [—]
  • Sign Lamp “Do Not Enter” / “Gas Discharge”: Menyala secara putus-putus [—]

Jika sistem Fire Alarm telah masuk ke Fase Alarm #2 dan mengaktifkan sinyal alarm peringatan kebakaran untuk fase ini, langkah selanjutnya adalah Control Panel menginisiasi penghitungan mundur mulai dari detik ke-30 hingga detik ke-0 menuju Fase Gas Release. Setelah hitungan mundur mencapai detik ke-0, sistem akan segera melanjutkan ke Fase Gas Release.

Penting untuk dicatat bahwa rentang waktu aktivasi antara Fase Alarm #1 dan Fase Alarm #2 ditentukan oleh seberapa cepat asap menyebar dan terdeteksi oleh Detektor di kedua Zone. Tidak ada pengaturan tetap dalam sistem yang dapat diatur untuk menentukan waktu aktivasi antara Fase Alarm #1 dan Fase Alarm #2.

Durasi waktu penundaan (delay time) antara Fase Alarm #2 menuju Fase Gas Release bervariasi di antara produsen Control Panel Fire Suppression. Meskipun berbeda-beda, semua produsen sepakat bahwa pengaturan waktu penundaan antara Fase Alarm #2 menuju Fase Gas Release tidak boleh melebihi 60 detik. Sebagai contoh, Control Panel merek Kidde model Aegis memiliki pengaturan waktu penundaan maksimal 30 detik, sedangkan Control Panel merek Context Plus model CP-203 dapat diatur hingga 60 detik.

Pengaturan waktu penundaan ini memiliki beberapa tujuan, termasuk untuk melakukan evakuasi, memeriksa apakah alarm disebabkan oleh kebakaran atau false alarm, mengevaluasi apakah kebakaran dapat dipadamkan menggunakan tabung APAR, dan membatalkan pelepasan gas jika Fase Gas Release tidak diperlukan.

Fase Alarm #3

Sistem Fire Alarm akan memasuki Fase Alarm #3 ketika penghitungan mundur yang dilakukan secara otomatis oleh Control Panel pada saat Fase Alarm #2 telah mencapai detik ke-0, atau jika pemicu manual seperti Breakglass/Manual Call Point diaktifkan.

Pada tahap terakhir ini, Control Panel dengan cepat akan mengirimkan sinyal ke Fire Extinguishing System, mengaktifkan dan membuka katup perangkat Solenoid yang terletak di Head Valve Storage Cylinder. Hal ini bertujuan untuk melepaskan gas ke seluruh ruangan dengan segera.

FAST ACTION

Berbagai perangkat alarm kebakaran yang aktif ketika memasuki Fase Alarm #3 mencakup:

  • Strobe Light; Fire Indicating Lamp: Menyala secara terus menerus [——]
  • Multi-tone dan/atau Horn/Multi-tone + Strobe: Bersuara dan menyala secara berkelanjutan [- —–]
  • Sign Lamp “Evacuate Area”: Menyala secara terus [——]
  • Fire Alarm Bell: Berdering secara berkelanjutan [——]
  • Sign Lamp “Do Not Enter Gas Discharge”: Menyala secara terus [——]

Fase ini adalah Fase Gas Release, dianggap sebagai langkah untuk melakukan pemadaman kebakaran. Pada tahap ini, sistem Fire Alarm bekerja sama dengan Fire Extinguisher System untuk mengambil tindakan pemadaman kebakaran.

Ketika memasuki Fase Alarm #3, hasil kolaborasi dan integrasi antara Fire Alarm System dan FM200 Fire Extinguishing System terungkap, yang kemudian dikenal sebagai FM200 Fire Suppression System.

Sistem Mechanical [Fire Extinguising System]

Secara prinsip, Fire Extinguishing System adalah sistem pemadam kebakaran yang masih mengandalkan pengoperasian manual. Berbagai peralatan dan komponen mekanikal yang digunakan dalam Fire Extinguishing System melibatkan:

Cylinder Storage FM-200

Cylinder Storage FM-200

Tabung atau Cylinder FM-200 Fire Suppression punya peran penting, nih! Jadi, tabung ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan gas FM-200 yang nantinya bakal digunakan buat matiin api kalo lagi kebakaran. Tabung ini dirancang spesial dengan tekanan tinggi biar bisa nyimpan gas FM-200 pada tekanan yang pas.Biasanya, Cylinder FM-200 Fire Suppression itu dibuat dari bahan-bahan yang kuat dan tahan tekanan tinggi serta anti karat, kayak baja karbon atau paduan baja. Nah, yang bikin seru, tabung ini punya katup atau valve yang jadi tombol buat nyalain dan matiin aliran gas FM-200 dari tabung ke sistem pemadam kebakaran.Waktu ada kebakaran, gas FM-200 yang ada di dalam Cylinder bakal keluar dengan tekanan tinggi lewat nozzle dan pipa yang nyambung ke tabung itu. Terus, gasnya bakal menyebar ke tempat yang lagi terkena api buat matiin api dengan cepat dan efektif. Keren, kan?

Lever Operated Control Head

Lever Operated Control Head

Manual Lever Control Head pada sistem pemadam kebakaran FM-200 seperti jadi penyelamat cadangan yang tangguh. Ini adalah katup kontrol manual yang siap bertindak jika Solenoid Valve otomatis bermasalah. Fungsinya? Mengontrol aliran gas FM-200 secara manual dari Cylinder ke sistem pemadam kebakaran. Lokasinya biasanya dekat Cylinder atau di tempat yang gampang dijangkau petugas pemadam. Kalau Solenoid Valve tak berfungsi, petugas pemadam cukup mengaktifkan Manual Lever Control Head ini untuk memulai aliran gas FM-200 dan memadamkan api dengan cepat. Tak hanya itu, Manual Lever Control Head juga jadi alat uji handal. Petugas pemadam bisa menggunakannya secara berkala untuk memastikan aliran gas FM-200 berjalan lancar dan sistem pemadam kebakaran berfungsi optimal. Dengan begitu, Manual Lever Control Head tak hanya jadi backup hebat untuk situasi darurat, tapi juga alat uji yang membantu pastikan kehandalan sistem pemadam kebakaran FM-200. Jadi, dia nggak cuma komponen, tapi jadi teman setia yang siap beraksi dalam menjaga keselamatan dari risiko kebakaran.

Discharge Pressure Operated Switch

Discharge Pressure Operated Switch

Discharge Pressure Operated Switch adalah pahlawan tak terlihat dalam sistem pemadam kebakaran, seperti penjaga setia yang bekerja berdasarkan tekanan. Fungsinya sangat penting, yaitu memantau tekanan gas dalam Cylinder dan mengatur jalannya pemadaman api.Cara kerjanya begitu sederhana namun efektif. Switch ini terpasang di dalam sistem pemadam kebakaran dan terkoneksi dengan Cylinder. Ketika tekanan gas mencapai batas yang ditentukan, Discharge Pressure Operated Switch memberikan sinyal untuk memulai pemadaman. Ini terjadi secara otomatis dan cepat.Discharge Pressure Operated Switch berperan sebagai pengendali pintar yang beraksi ketika dibutuhkan. Dengan sensitivitasnya terhadap perubahan tekanan, switch ini menjadi bagian tak terpisahkan yang memastikan gas pemadam kebakaran keluar pada saat yang tepat, memadamkan api dengan efektif, dan menjaga keamanan area yang dilindungi. Sebagai kawan tanpa suara yang bekerja di belakang layar, Discharge Pressure Operated Switch menjadi elemen kunci dalam menjaga keamanan dan keselamatan dari risiko kebakaran.

Degree Pendant Nozzle

Degree Pendant Nozzle

Degree Pendant Nozzle adalah bintang utama di sistem pemadam kebakaran FM200. Perannya sungguh krusial sebagai ujung dari Flexible Discharge Hose yang menyampaikan gas FM200 ke area yang perlu dilindungi. Materialnya dirancang tahan terhadap suhu tinggi dan korosi, menjadikannya pilihan ideal.Tempat pemasangan Degree Pendant Nozzle sangat penting, harus strategis agar gas FM200 dapat mengalir dengan lancar dan efektif dalam memadamkan kebakaran. Pemilihan Degree Pendant Nozzle juga harus disesuaikan dengan jenis dan ukuran ruangan yang dilindungi, agar gas FM200 dapat merata dan bekerja secara optimal.Ketika Solenoid Valve terbuka, gas FM200 mengalir melalui Flexible Discharge Hose, dan Degree Pendant Nozzle beraksi dengan memancarkan gas ke seluruh area yang butuh perlindungan. Dengan perannya yang vital, Degree Pendant Nozzle menjadi penentu keberhasilan sistem pemadam kebakaran FM200, meminimalkan kerusakan akibat kebakaran dengan cara yang efektif dan tangguh.

Flexible Discharge Hoses

Flexible Discharge Hoses

Flexible Discharge Hose di sistem pemadam kebakaran FM-200 seperti jantung yang lincah, menghubungkan Cylinder dengan sistem pemadam dan mengarahkan gas FM-200 ke nozzle penyemprot. Peranannya sungguh vital, memastikan aliran gas FM-200 mengalir mulus dari Cylinder menuju nozzle, melalui pipa dan komponen lain tanpa hambatan.Keunggulan Flexible Discharge Hose tak berhenti di situ. Selang ini mampu menanggung tekanan tinggi gas FM-200 dengan aman, memastikan pengiriman gas ke area yang terkena api berlangsung efektif dan tanpa risiko. Fleksibilitasnya juga memungkinkan pengaturan arah yang presisi, memastikan gas FM-200 menyapu area yang perlu dengan efektif dan cepat.Tak hanya itu, Flexible Discharge Hose juga hadir dalam berbagai ukuran dan panjang, memenuhi kebutuhan beragam sistem pemadam kebakaran. Terbuat dari bahan tahan tekanan tinggi dan korosi, seperti karet atau bahan sintetis, Flexible Discharge Hose bukan hanya sekadar penghubung, tapi penyokong utama sistem pemadam kebakaran FM-200 yang siap bertindak.

Cylinder Mounting Strap

Cylinder Mounting Strap

Cylinder Mounting Strap adalah sekawanan pahlawan pengaman di sistem pemadam kebakaran FM200. Sabuk pengikat ini menjadi penjaga setia Cylinder, memastikan tabung gas FM200 tetap kokoh tanpa goyangan saat terjadi getaran atau guncangan. Dengan begitu, Cylinder tetap aman dari risiko kerusakan atau kebocoran.Tak hanya sebagai penjaga, Cylinder Mounting Strap juga jadi teman setia dalam proses pengangkatan Cylinder. Saat akan diisi ulang atau diganti dengan yang baru, strap ini memberikan bantuan ekstra, membuat prosesnya lebih mudah dan lancar. Terbuat dari bahan tangguh seperti baja atau sintetis anti-korosi, Cylinder Mounting Strap adalah bagian penting yang menjaga Cylinder dalam kondisi prima, siap beraksi melawan kebakaran.

Pipping and Support

Pipping and Support

Piping and Support adalah pahlawan tak terlihat di balik kesiapan sistem pemadam kebakaran. Fungsinya luar biasa, seperti tulang punggung yang mendukung kelancaran aliran gas FM-200 dari Cylinder ke nozzle penyemprot. Piping bertanggung jawab memastikan jalur gas bekerja tanpa kendala, mendistribusikan perlindungan ke seluruh ruangan. Cara kerjanya begitu ramah. Piping and Support dipasang dengan cermat, memberikan fondasi kokoh untuk sistem. Saat Solenoid Valve terbuka, gas FM-200 mengalir melalui pipa dengan dukungan Piping and Support, siap menyemprotkan ke area yang perlu dilindungi. Keseimbangan yang dihasilkan oleh sistem ini memastikan gas pemadam kebakaran mencapai setiap sudut dengan efektif, melindungi ruangan dari ancaman kebakaran. Sebagai elemen pendukung, Piping and Support membuktikan bahwa kehandalan sistem pemadam kebakaran FM-200 tak hanya bergantung pada komponen utama, melainkan juga pada kerjasama harmonis seluruh sistem. Dengan demikian, mereka hadir sebagai mitra tak tergantikan, memastikan perlindungan optimal di setiap titik ruangan.

Sebagian besar perangkat yang dipasang dalam rangkaian komponen mekanikal ini terdiri dari perangkat keras yang tidak memerlukan daya listrik untuk operasionalnya. Oleh karena itu, Fire Extinguishing System tetap menjadi pilihan utama sebagai solusi dalam pemadaman kebakaran ketika terjadi kegagalan teknis pada sistem elektrikal Fire Alarm System.

Walaupun demikian, beberapa perangkat dalam sistem mekanikal juga dapat dioperasikan menggunakan sistem elektrikal agar dapat diintegrasikan dengan sistem elektrikal pada Fire Alarm System.

Diagram Flowchart Cara Kerja FM-200 Fire Suppression System

Tidak terdapat perbedaan substansial dalam struktur dan prosedur operasional FM200 Fire Suppression System. Namun, setiap merek dan produsen Control Panel memiliki varian dalam cara pengaturan dan operasionalnya.

Sebagai contoh, konsol pada Control Panel Context Plus EP-203 Series akan menunjukkan sedikit perbedaan dalam pengaturan dan fiturnya bila dibandingkan dengan konsol Control Panel Kidde tipe AEGIS Conventional Series.

Meskipun demikian, tidak peduli perbedaan-perbedaan tersebut, setiap pengaturan, fitur, dan tombol pada konsol masing-masing Control Panel pasti memiliki fungsi dan tujuan yang sama.

Diagram alur cara kerja FM200 di bawah ini adalah Flowchart Diagram Cara Kerja FM200 Fire Suppression System, yang menggunakan Control Panel Context Plus EP-203 Series.

FLOWCHART FM200

Dalam menjalankan tugasnya, FM200 Fire Suppression System memastikan keamanan dan perlindungan terhadap bahaya kebakaran. Meskipun terdapat variasi dalam pengaturan Control Panel antar merek, fungsi inti dan tujuan tetap konsisten.

Tetaplah up-to-date dengan pengaturan dan fitur terbaru Control Panel untuk memastikan sistem kebakaran FM200 bekerja optimal. Jangan ragu untuk menghubungi tim spesialis kami melalui nomor +62 852-8232-8117 atau melalui pesan WhatsApp untuk informasi lebih lanjut tentang cara kerja FM200 Fire Suppression System dan pertanyaan lainnya.

Dengan pemahaman yang baik mengenai cara kerja sistem ini, Anda dapat memastikan keamanan dan keselamatan di lingkungan Anda. Selamat menjaga keamanan!

Powerfull Clean Agent gas

Superion Clean Agent Gas FM-200 (HFC-227ea)

image image

Clean & Clear

Menghilang sepenuhnya tanpa meninggalkan jejak atau sisa sedikit pun.

image image

Quick Action

Dalam waktu kurang dari 10 detik, kebakaran apa pun pasti padam.

image image

Safe

Aman jika terpapar oleh manusia, sehingga Anda bisa tetap beraktivitas dan bernapas seperti biasa.

image image

Low Chemical Reactivity

Tidak korosif terhadap logam, aman jika terpapar karet, plastik, dan bahan lainnya.

image image

Daya Padam Super Tinggi

Keunggulan utama gas HFC-227ea adalah daya pemadamannya yang sangat tinggi.

image image

Non Conductive

Gas cair tanpa bahan dasar air, sehingga tidak menghantarkan listrik.

image image

Colorless & Odorless

Gas Clean Agent HFC-227ea memiliki karakteristik yang tidak berwarna dan tidak berbau.

image image

Non Ozon Depleting

Sangat ramah terhadap lapisan ozon dan tidak berpotensi menyebabkan pemanasan global.

Berapa Harga Isi Ulang Refilling Clean Agent Gas

Novec-1230 (FK-5-1-12)

Rp. 890.000
  • Kidde Fire System – 3M™
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Colorless, with low odor and no particulate
  • Electrically non-conductive and non-corrosive
  • UL Listed, ULC Listed, and FM Approved
PROMO TERBATAS

FM-200® (HFC-227ea)

Rp. 800.000Spesial Bulan ini
  • Kidde Fire System
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Clean, no residue to clean up
  • Electrically non-conductive and non-corrosive
  • UL Component Recognized, FM Approved

MH-125®

Rp. 1.100.000
  • Waysmos®
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Colorless liquefied gas, clean and no residue
  • Electrically non-conductive and non-corrosive
  • UL Recognized

FE-36™

Rp. 900.000
  • DuPont™
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Clean, no post-fire cleanup.
  • Electrically non-conductive
  • UL Listed

HALOTRON® I

-
  • American Pacific Corporation
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Clean and safe
  • Electrically non-conductive and non-corrosive
  • UL Listed, ULC Listed

ARGONITE®

-
  • Waysmos®
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Colorless liquefied gas, clean and no residue
  • Electrically non-conductive and non-corrosive
  • UL Recognized
LAYANAN JASA KAMI

Our Serivices Provide Integrated Solutions

Isi Ulang Refilling Clean Agent Gas

Isi Ulang Refilling Clean Agent Gas

Melayani refilling isi ulang clean agent gas fire suppression: FM-200 (HFC-227ea), EFKA 5112, Novec-1230 (FK-5-1-12), Inergen, Argonite, RF-36 (HFC-236fa), dan CO2 System.

Pemasangan Instalsi Fire Suppression

Pemasangan Instalsi Fire Suppression

Melayani Jasa instalasi fire suppression system. Tim profesional kami menjamin pemasangan yang cepat, ramah lingkungan, dan sesuai standar tertinggi mulai dari perencanaan sistem hingga testing & commissioning.

Hydrostatic Testing

Hydrostatic Testing

Melayani jasa hydrotest tabung Fire Suppression yang wajib dilakukan setiap 5 tahun sekali untuk memverifikasi kekuatan dan keandalan semua komponen yang bekerja di bawah tekanan sesuai dengan standar CGA [Compressed Gas Association].

Service & Maintenance Fire Suppression

Service & Maintenance Fire Suppression

Jasa service dan maintenance Fire Suppression Systems sesuai prosedur NFPA dan standar pabrikan untuk semua merek. Layanan kami mencakup inspeksi dan testing harian, bulanan, 6 bulanan, tahunan, 2 tahunan, dan 5 tahunan.

Baca juga artikel lainnya:

Instalasi Pemipaan Gaseous Agent Fire Suppression Systems

Dalam dunia proteksi kebakaran, Gaseous Agent Fire Suppression Systems...

Cara Menghitung Kebutuhan Gas FM-200 Menurut Standar NFPA 2001 Edisi 2022

Apakah masih ada yang menggunakan rumus "Volume x 0,5463"...

Approval & Certification Clean Agent Gas FM-200 Fire Suppression System

KIDDE - FENWALDengan lebih dari satu abad pengalaman sejak...

MSDS Gas Clean Agent Fire Suppression System Semua Merek Lengkap

Definisi MSDS [Material Safety Data Sheet] MSDS [material safety...

Jenis-Jenis Gas Clean Agent Sesuai Standar NFPA

Ketika membahas tentang bahaya kebakaran, respons yang cepat dan...

Flowchart Cara Kerja FM-200

Pernahkah kamu menyadari bahwa FM-200 Fire Suppression System memiliki...

Let’s Start a Cool Project
Together