Jenis-Jenis Gas Clean Agent

Ketika membahas tentang bahaya kebakaran, respons yang cepat dan efektif adalah kunci utama untuk meminimalkan kerugian. Salah satu solusi modern yang telah terbukti sangat efektif dalam menangani kebakaran adalah penggunaan gas clean agent. Artikel ini akan memberikan gambaran umum tentang pentingnya serta peran gas clean agent dalam penekanan kebakaran, dengan fokus pada kepatuhan terhadap standar NFPA (National Fire Protection Association).

Apa itu Gas Clean Agent ?

Gas Clean Agent merupakan solusi terdepan dalam dunia pemadam kebakaran, memberikan perlindungan tanpa merusak peralatan atau lingkungan. Sebagai bahan pemadam kebakaran yang canggih, gas clean agent tidak hanya memiliki kemampuan merespons dan memadamkan kebakaran tanpa meninggalkan residu yang merugikan, tetapi juga menonjol dengan sifat-sifat khusus yang menjadikannya unggul.

Sifat tidak berwarna dari gas clean agent memberikan keunggulan tak terlihat secara visual, memungkinkan penggunaannya tanpa mengubah penampilan ruangan atau peralatan yang dilindunginya. Selanjutnya, sifat non-korosifnya menjadikannya pilihan ideal di lingkungan yang mengandung peralatan elektronik, seperti ruang server, di mana risiko kerusakan akibat korosi sangat tinggi. Kelebihan lainnya adalah sifat non-konduktif gas clean agent, yang melindungi peralatan dari risiko korsleting listrik.

Aspek lingkungan juga sangat diperhatikan, dengan Gas Clean Agent menampilkan Global Warming Potential (GWP) rendah atau bahkan nol, menunjukkan kontribusi yang minim terhadap perubahan iklim global. Sementara itu, Ozone Depleting Potential (ODP) yang nihil menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lapisan ozon.

Dengan segala karakteristik canggih ini, Gas Clean Agent bukan hanya sebuah pemadam kebakaran; ia adalah solusi lengkap yang melibatkan teknologi tinggi, keberlanjutan, dan keselamatan dalam satu paket.

Sejarah Evolusi Gas Clean Agent

Sejak awal abad ke-20, gas berhalogen, seperti Carbon Tetrachloride [CCl4], telah digunakan sebagai bahan pemadam kebakaran sejak diperkenalkannya tabung APAR. Namun, pada akhir tahun 1920-an, penelitian menemukan bahwa Methyl Bromide [CH3Br] lebih efektif dalam memadamkan api daripada Carbon Tetrachloride. Sehingga, pada akhir tahun 1930-an, maskapai penerbangan Inggris dan militer Jerman menggunakan Methyl Bromide sebagai media pemadam kebakaran di pesawat dan kapal laut selama Perang Dunia II.

Pada periode yang sama, Bromochloromethane [CH2BrCI] dikembangkan untuk sistem pemadam kebakaran oleh Luftwaffe Jerman. Amerika Serikat juga mengevaluasi Bromochloromethane dari akhir 1930-an hingga akhir 1940-an dan akhirnya mengadopsinya sebagai sistem proteksi kebakaran untuk U.S Air Force. Meskipun efektif, toksisitas tinggi Methyl Bromide dan Bromochloromethane mendorong U.S. Air Force untuk memulai penelitian pada akhir 1940-an, dengan tujuan mengembangkan bahan pemadam kebakaran yang efektif tetapi rendah toksisitas.

Lebih dari enam puluh calon bahan pemadam dievaluasi selama penelitian, dengan gas berhalogen mendominasi daftar karena efektifitas tinggi dan toksisitas rendah. Hasilnya menyaring empat gas sebagai kandidat utama, yaitu Bromotrifluoromethane [CF3Br], Bromochlorodifluoromethane [CF₂BrCl], Dibromodifluoromethane [CF2Br2], dan 1,2-dibromo-tetrafluoroethane [BrCF2CF2Br]. Dua di antaranya, Halon 1301 dan Halon 1211, terpilih sebagai bahan pemadam api bersih berkat efisiensi tinggi dan rendahnya toksisitas.

Meskipun Halon diakui sebagai gas ideal, penggunaannya dibatasi pada tahun 1987 karena implikasi terhadap kerusakan ozon. Pada tahun 1994, Protokol Montreal secara resmi menghentikan penggunaan dan produksi Halon 1301 dan Halon 1211. Meskipun tidak ada peraturan yang mewajibkan nonaktifkan sistem proteksi kebakaran yang masih menggunakan halon, penggantian dengan alternatif halon lainnya dianggap sebagai langkah yang bijaksana mengingat ketidakberlanjutan penggunaan halon yang didaur ulang juga memiliki batasannya.

Setelah penghentian penggunaan dan produksi halon sesuai dengan Protokol Montreal, muncul pertanyaan mengenai tindakan apa yang harus diambil terkait fasilitas yang masih menggunakan sistem proteksi kebakaran berbasis halon. Hingga saat ini, belum ada peraturan pemerintah yang mengharuskan nonaktifkan sistem tersebut secara segera. Bahkan, jika perlu, masih diperbolehkan melakukan pengisian ulang menggunakan halon yang telah didaur ulang.

Meskipun demikian, pengisian ulang dengan halon memiliki keterbatasan, dan oleh karena itu, pengguna sebaiknya segera mempertimbangkan opsi penggantian dengan gas pemadam kebakaran alternatif yang lebih ramah lingkungan. Meskipun tidak ada kewajiban langsung, langkah-langkah proaktif seperti ini sejalan dengan semangat pelestarian lingkungan dan keselamatan kerja.

Penggantian gas halon dengan alternatif yang lebih aman telah menjadi kebutuhan mendesak. Oleh karena itu, berbagai instansi dan organisasi di berbagai negara telah aktif mendorong peralihan ke solusi yang lebih ramah lingkungan dalam sistem proteksi kebakaran. Beberapa gas alternatif yang umumnya digunakan antara lain adalah gas inert seperti nitrogen atau argon, serta gas kimia seperti FM-200 dan NOVEC 1230.

Selain keuntungan lingkungan, penggunaan gas alternatif ini juga meminimalkan risiko terkait toksisitas dan dampak terhadap lapisan ozon. Langkah-langkah ini sejalan dengan upaya global untuk menjaga keberlanjutan lingkungan dan memastikan perlindungan kebakaran yang efektif tanpa mengorbankan keselamatan manusia dan planet ini.

Seiring dengan perkembangan teknologi dan penelitian, terus muncul inovasi dalam bidang sistem proteksi kebakaran. Mendorong penggunaan bahan pemadam yang lebih aman dan ramah lingkungan adalah langkah yang perlu terus diperjuangkan, menjaga keseimbangan antara perlindungan kebakaran yang efektif dan dampak positif terhadap lingkungan.

Karakteristik Gas Clean Agent

  • Waterless formula [non water-based]
  • Tidak beresidu [non-residue]
  • Tidak menyebabkan karat [non-corrosive]
  • Tidak menghantar arus listrik [non-conductive]
  • Tidak berwarna [colorless]
  • Tidak berbau [odorless]
  • Sama sekali tidak reaktif terhadap air [non water reaction]
  • Tidak berefek terhadap material apapun [low chemical reaction]

13 Jenis Gas Clean Agent Sesuai Standar NFPA

Dalam edisi 2012 dari standar NFPA 2001, terdapat daftar 13 jenis gas clean agent yang diakui sebagai ramah lingkungan, sebagaimana tercantum dalam “Table 1.4.1.2. Agents Addressed”. Salah satu gas yang termasuk dalam daftar tersebut adalah gas HFC-227ea, yang lebih umum dikenal dengan sebutan gas FM200. Berikut adalah paparan rinci dan lengkap mengenai daftar tersebut sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam standar NFPA 2001.

NoNama AgentNama KimiaFormula Kimia
1FK-5-1-12Dodecafluoro-2-methylpentan-3-oneCF³CF²C(O)CF(CF³)²
2HCFC Blend ADichlorotrifluoroethane HCFC-123 [4.75%]
Chlorodifluoromethane HCFC-22 [82%]
Chlorotetrafluoroethane HCFC-124 [9.5%]
Isopropenyl-1-methylcyclohexene [3.75%]
CHCI²CF³
CHCIF²
CHCIFCF³
3HCFC Blend BTetrafluoroethane [86%]
Pentafluoroethane [9%]
Carbon dioxide [5%]
CH² FCF³
HF²CF³
CO²
4HCFC-124ChlorotetrafluoroethaneCHCIFCF³
5HFC-125PentafluoroethaneCHF²CF³
6HFC-227eaHeptafluoropropaneCF³CH²CF³
7HFC-23TrifluoromethaneCHF³
8HFC-236faHexafluoropropaneCF³CH²CF³
9FIC13I1TrifluoroiodideCF³l
10IG-01Argon [100%]Ar
11IG-100Nitrogen [100%]
12IG-541Nitrogen [52%]
Argon [40%]
Argon [40Carbon Dioxide [8%]

Ar
CO²
13IG-55Nitrogen [50%]
Argon [50%]

Ar

Keunggulan dan Kekurangan Gas Clean Agent

Keunggulan Gas Clean Agent

Gas Clean Agent adalah jenis bahan pemadam kebakaran yang menawarkan sejumlah keunggulan yang sangat luar biasa. Berikut adalah beberapa keunggulan kunci dari penggunaan Gas Clean Agent:

  1. Tidak Menghasilkan Residu yang Berbahaya: Gas Clean Agent bekerja dengan cara menghilangkan oksigen dari area yang terkena kebakaran tanpa meninggalkan sisa atau endapan yang dapat merugikan. Ini sangat bermanfaat terutama di lingkungan yang membutuhkan peralatan dan bahan tanpa kontaminasi atau kerusakan.

  2. Tidak Berwarna: Gas Clean Agent umumnya tidak berwarna, sehingga tidak meninggalkan bekas atau perubahan warna setelah pemadaman kebakaran. Hal ini menjaga keaslian dan penampilan barang-barang yang dilindungi.

  3. Non-Korosif: Sifat non-korosif dari Gas Clean Agent menjadikannya pilihan yang ideal untuk melindungi peralatan elektronik, perabotan, dan barang berharga lainnya yang rentan terhadap kerusakan akibat korosi.

  4. Non-Konduktor: Gas Clean Agent tidak menghantarkan listrik, sehingga aman digunakan di sekitar peralatan listrik dan sistem elektronik yang sedang beroperasi.

  5. Ramah Lingkungan: Salah satu keunggulan utama dari Gas Clean Agent adalah dampaknya yang minim terhadap lingkungan. Mereka memiliki Global Warming Potential (GWP) yang rendah, artinya kontribusi mereka terhadap pemanasan global sangatlah kecil. Selain itu, gas ini tidak merusak lapisan ozon (ODP/Ozon Depleting Potential), sehingga memenuhi standar lingkungan yang ketat.

  6. Reaksi Cepat: Gas Clean Agent memiliki kemampuan untuk merespon kebakaran dengan cepat setelah deteksinya, memberikan perlindungan yang efektif dengan waktu tanggap yang minimal.

Kekurangan Gas Clean Agent

Terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan dalam penggunaan Gas Clean Agent sebagai bahan pemadam kebakaran, meskipun memiliki sejumlah keunggulan yang mencolok:

  1. Biaya Tinggi: Implementasi sistem proteksi kebakaran dengan menggunakan Gas Clean Agent seringkali membutuhkan investasi yang signifikan. Hal ini disebabkan oleh harga tinggi gas tersebut serta biaya instalasi yang tidak murah. Dalam banyak kasus, biaya ini dapat menjadi hambatan utama terutama bagi bisnis atau fasilitas dengan anggaran terbatas. Oleh karena itu, perlu dilakukan penilaian teliti terhadap keuntungan yang diperoleh dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan.

  2. Kapasitas Terbatas: Beberapa jenis Gas Clean Agent memiliki kapasitas pemadaman yang terbatas. Artinya, jumlah gas yang tersedia mungkin tidak cukup untuk menangani skenario kebakaran yang beragam atau besar. Oleh karena itu, perencanaan yang cermat dan analisis risiko yang mendalam diperlukan agar sistem proteksi kebakaran tetap efektif dan responsif.

  3. Potensi Toksisitas: Meskipun sebagian besar Gas Clean Agent dirancang untuk tidak bersifat toksik, beberapa jenis masih memiliki potensi toksisitas terutama jika terpapar dalam jumlah yang tinggi. Ini menuntut perhatian khusus terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja yang berada di area yang dilindungi. Pemahaman yang mendalam tentang karakteristik gas yang digunakan sangat penting untuk menghindari risiko terkait.

  4. Pembatasan Regulasi Lingkungan: Beberapa jenis Gas Clean Agent, terutama yang mengandung fluorida, dapat tunduk pada regulasi ketat terkait dampak lingkungan. Ini termasuk dalam hal penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan gas tersebut. Kepatuhan terhadap regulasi setempat dan internasional harus diprioritaskan untuk menjaga keselamatan lingkungan.

  5. Tidak Cocok untuk Semua Aplikasi: Gas Clean Agent mungkin tidak cocok untuk semua jenis kebakaran atau aplikasi. Misalnya, pada kebakaran logam alkali, penggunaannya mungkin kurang efektif atau bahkan tidak ampuh sama sekali. Oleh karena itu, pemilihan bahan pemadam harus didasarkan pada jenis risiko kebakaran yang ada.

  6. Pengisian Ulang Tertentu Diperlukan: Setelah digunakan, gas ini memerlukan pengisian ulang untuk menjaga ketersediaan dalam sistem proteksi kebakaran. Proses ini dapat mengharuskan downtime sementara perlindungan alternatif harus dipertimbangkan. Pengelolaan yang efisien dari pengisian ulang ini penting untuk memastikan sistem proteksi tetap beroperasi secara optimal dalam menghadapi ancaman kebakaran

Gas clean agent merupakan pilihan utama dalam banyak situasi karena keunggulannya yang signifikan dibandingkan dengan tingkat bahayanya. Meskipun terdapat kekurangan, seperti kemungkinan terjadinya efek samping atau dampak lingkungan, namun keunggulannya yang meliputi kemampuan dalam memadamkan api secara efektif tanpa meninggalkan residu, serta kecepatan dan efisiensinya dalam memadamkan kebakaran, membuatnya tetap menjadi solusi yang diandalkan.

Selain itu, gas clean agent juga memiliki kelebihan dalam hal ketidakberacunan dan non-konduktif, sehingga tidak membahayakan jiwa manusia atau merusak peralatan elektronik. Hal ini membuatnya menjadi pilihan yang sangat diinginkan di tempat-tempat yang memiliki risiko kebakaran tinggi, seperti ruang server, laboratorium, atau fasilitas penting lainnya.

Dengan demikian, meskipun terdapat beberapa kekurangan, keunggulan gas clean agent dalam memadamkan api tanpa meninggalkan residu dan meminimalkan risiko terhadap manusia serta peralatan, menjadikannya tetap menjadi pilihan utama dalam penanganan kebakaran di berbagai lingkungan dan situasi.

Berapa Harga Isi Ulang Refilling Clean Agent Gas

Harga yang disebutkan sudah termasuk DISKON tetapi belum termasuk PAJAK. Untuk mendapatkan penawaran harga terbaik, terutama untuk pembelian dalam JUMLAH BESAR, kami mengundang Anda untuk menghubungi tim Penjualan kami langsung. Kami dengan senang hati akan memberikan informasi lebih lanjut dan membantu Anda dengan kebutuhan khusus yang Anda miliki.

Novec-1230 (FK-5-1-12)

Rp. 890.000
  • Kidde Fire System – 3M™
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Colorless, with low odor and no particulate
  • Electrically non-conductive and non-corrosive
  • UL Listed, ULC Listed, and FM Approved
PROMO TERBATAS

FM-200® (HFC-227ea)

Rp. 800.000Spesial Bulan ini
  • Kidde Fire System
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Clean, no residue to clean up
  • Electrically non-conductive and non-corrosive
  • UL Component Recognized, FM Approved

MH-125®

Rp. 1.100.000
  • Waysmos®
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Colorless liquefied gas, clean and no residue
  • Electrically non-conductive and non-corrosive
  • UL Recognized

FE-36™

Rp. 900.000
  • DuPont™
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Clean, no post-fire cleanup.
  • Electrically non-conductive
  • UL Listed

HALOTRON® I

-
  • American Pacific Corporation
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Clean and safe
  • Electrically non-conductive and non-corrosive
  • UL Listed, ULC Listed

ARGONITE®

-
  • Waysmos®
  • Zero ODP [Ozone Depletion Potential]
  • Colorless liquefied gas, clean and no residue
  • Electrically non-conductive and non-corrosive
  • UL Recognized
LAYANAN JASA KAMI

Our Serivices Provide Integrated Solutions

Isi Ulang Refilling Clean Agent Gas

Isi Ulang Refilling Clean Agent Gas

Melayani refilling isi ulang clean agent gas fire suppression: FM-200 (HFC-227ea), EFKA 5112, Novec-1230 (FK-5-1-12), Inergen, Argonite, RF-36 (HFC-236fa), dan CO2 System.

Pemasangan Instalsi Fire Suppression

Pemasangan Instalsi Fire Suppression

Melayani Jasa instalasi fire suppression system. Tim profesional kami menjamin pemasangan yang cepat, ramah lingkungan, dan sesuai standar tertinggi mulai dari perencanaan sistem hingga testing & commissioning.

Hydrostatic Testing

Hydrostatic Testing

Melayani jasa hydrotest tabung Fire Suppression yang wajib dilakukan setiap 5 tahun sekali untuk memverifikasi kekuatan dan keandalan semua komponen yang bekerja di bawah tekanan sesuai dengan standar CGA [Compressed Gas Association].

Service & Maintenance Fire Suppression

Service & Maintenance Fire Suppression

Jasa service dan maintenance Fire Suppression Systems sesuai prosedur NFPA dan standar pabrikan untuk semua merek. Layanan kami mencakup inspeksi dan testing harian, bulanan, 6 bulanan, tahunan, 2 tahunan, dan 5 tahunan.

Baca juga artikel lainnya:

Instalasi Pemipaan Gaseous Agent Fire Suppression Systems

Dalam dunia proteksi kebakaran, Gaseous Agent Fire Suppression Systems...

Cara Menghitung Kebutuhan Gas FM-200 Menurut Standar NFPA 2001 Edisi 2022

Apakah masih ada yang menggunakan rumus "Volume x 0,5463"...

Approval & Certification Clean Agent Gas FM-200 Fire Suppression System

KIDDE - FENWALDengan lebih dari satu abad pengalaman sejak...

MSDS Gas Clean Agent Fire Suppression System Semua Merek Lengkap

Definisi MSDS [Material Safety Data Sheet] MSDS [material safety...

Jenis-Jenis Gas Clean Agent Sesuai Standar NFPA

Ketika membahas tentang bahaya kebakaran, respons yang cepat dan...

Flowchart Cara Kerja FM-200

Pernahkah kamu menyadari bahwa FM-200 Fire Suppression System memiliki...

Let’s Start a Cool Project
Together